YAH, BEGITULAH

YAH, BEGITULAH.
(Ryana)

tak pernah berlari meninggalkanmu !

Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati

Hingga dapat kuluangkan waktu lagi

Tuk menulis tentang hati…

Jiwa, Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat

Namun sejatiku tak pernah luntur

Walau perjalanan itu panjang, selangkah demi selangkah

Walau kaki tanpa alas, walau berjalan tanpa kompas,

Luka dan peluh yang mengiris, pedih, perih, lirih.

Ternyata memaknai hidup itu harus ada rasa

Walau kosong, berharap ada sedikit rasa

Hingga tiba di sebuah ujung perjalanan

Akhir dari sejatiku tuk menemui-MU

Advertisements