TIGA TUAK

3 TUAK

Di dalam keheningan malam, entah kenapa mata ini ngga bisa diajak kompromi, seluruh buku-buku dan kitab bacaan, mulai dari buku alquran kecil, tabloid, surat kabar, dan majalah sudah sampe ku baca, namun duhaaiii…mata ini rasanya sulit sekali untuk di pejam. Nanar ku menatap keatas plafon kamar, terdengar aku bunyi suara Kressh..Ngeek..!!! suara apa itu ? perlahan-lahan kakiku melangkah membuka daun pintu menuju keluar rumah, seeokor kucing berlari menuju ke arah semak belukar. dan aku mengintip di balik semak –semak yang daunnya rindang.

Gleek…gleek,,,Tingg..!!!! Busyeett..ternyata di kejauhan aku melihat Si Ucok, Si Buyung, dan Si Dharmo di sebuah Lapak Tua. Jiiaah..tiga serangkai,,tiga nggeleek. Kompak dalam arti sepaham dan sehobbi. Mereka menceracau ria.

Si Ucok berkata : “ Bah..zaman zekarang orang-orang kalau ingin cepat kaya selalu menghalalkan berbagai cara, biza pulak kulihat seekor anjing tahu kalau si Mamat pulang bawak duit atau tidak. Anzing itu zeperti mengerti seakan-akan memberi tanda kalau Tuannya pulang bawak duit apa tidak. “ anzing apa tuh yaa ?? anzing terzebut selalu berlari menuzu belakang rumah si Mamat.

Ooohh..benarkah apa yang di katakan si Ucok, pikirku. Darimanakah Si Mamat membawa uang sebanyak itu, lantas apa hubungannya dengan seekor anjing, otakku perlahan-lahan mencoba menangkap pembicaraan si Ucok, dkk.

Lantas si Buyung pun komentar, sambil cegukan dianya pun berkata : “ Kalau aku melihat negara kita ko makin lamo semakin banyak perlakuan urang-urang aneh terhadap peraturan. Yang mudah dipersulit, yang sulit dipermudah. Kalau urusan urang-urang yang ndak berduit maka jadinyo dipersulit. Sedangkan urusan urang-urang yang berduit maka selalu ada aja jalan keluarnya, apa-apa dipermudah. Makanyo negara kita ndak berkembang-berkembang.

Ooohh…dari balik semak-semak ku dengar komentar dari mulut si Buyung. Begitukah..?? apa maksud komentar si Buyung ini ya ?? otakku pun kembali berpikir.

Lantas Si Dharmo pun seakan-akan ngga mau kalah, dia pun berkata : “ Nggeeh..Sing aku puyeeng, nang ngendi-ngendi rego kebutuhan bahan pokok tambah larang, rego BBM mungan, bencana alam nang ngendi-ngendi. Banjir, pesawat tibo, gunung njeblok durung suwi iki kereta api tabrakan, tambah semrawut wae. Kita ini rakyat jelata, bisanya hanya berharap terhadap pemimpin bangsa. Pejabat-pejabat negara hendaknya harus bisa mementingkan kepentingan rakyat terlebih dahulu, daripada mementingkan kepentingan pribadi.

Ooohh…Begitukah ??? mm…pikirku,,ketiga laki-laki ini sama-sama memiliki masalah, lantas kenapa mereka harus berlari terhadap masalah-masalah ini. Kenapa solusinya harus lari ke minuman keras. Welaah…Ptaawwww !!!

Lalu Si Ucok berkata : “ Sudahlah..itu urusan mereka, tidak usah dipikirin lagi, kita ini hanya hanya rakyat jelata, orang mizkin.

Marii yook kita berzulang, percuma saza di pikirin, hanya bikin pening kepala, Baah !! Ayoo…Yung, tambah lagi Red Wine nya, mabook sampai pagi…Toss !!! Gleekk…gleekk.

Dan aku pun segera mundur dari balik semak-semak tersebut segera bergegas pulang sambil memikirkan kejadian – kejadian dan perkataan dari mereka, dasar orang aneh…namun kalau ku pikir-pikir sepertinya ini sebuah masalah yang harus di pikirkan.

” Saudaraku, kira-kira Kesimpulan apakah yang bisa ambil dari kejadian tersebut ?  Mudah-mudahan hari esok kita bisa menemukan solusinya. Akhirnya aku berwudhu’, berdo”a dan melanjutkan tidurku.

= Ryana =