SATU MIMPI SATU PLETON SATU BARISAN

Satu Mimpi Satu Pleton Satu Barisan

By. Ryana

Di Banten ada kawan sofyan
jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
karena mogok karena ingin perbaikan
karena upah ya karena upah

Di Bandung ada kawan sodiyah
lakinya terbaring di komplek kontrakan
buruh pabrik teh
terbaring pucet dihantam tipes
ya dihantam tipes
juga ada namanya neni
kawannya bariah
bekas buruh pabrik kaos kaki
kini jadi buruh di perusahaan lagi
dia dipecat ya dia dipecat
kesalahannya : karena menolak
diperlakukan sewenang-wenang

Di cimahi ada kawan si udin buruh sablon
kemarin kami datang dia bilang
umpama dironsen pasti nampak
isi dadaku ini pasti rusak
karena amoniak ya amoniak

Di Cileduk ada kawan namanya siti
punya cerita harus lembur sampai pagi
pulang lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk 24 jam
ya 24 jam

Di majalengka ada kawan si eman
buruh pabrik handuk dianya dulu
kini luntang-lantung cari kerjaan
bininya hamil tiga bulan
kesalahan : karena tak sudi
terus diperah seperti sapi

Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
di mana-mana ada neni ada udin ada siti
di mana-mana ada eman
di bandung – bekasi – bogor mpe tangerang

Tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
satu mimpi
satu barisan
satu pleton
Seraaaangg,,,,DoRrrr !!!!!!

 

*****

Negeri Ini

By. Ryana

Saat sarafku dipengapkan meja 1/2 biro
Kupahat hatiku itu lagi
Pada prasasti tugu negriku
Agar para pahlawan negri ini

Tak lagi keluhkan sesal
Harus lahir di negri ini
Sudirman-sudirman reformasi
Harus berkembang di negri ini
Sukarno-sukarno reformasi
Harus bangkit di negri ini
Suharto-suharto reformasi

Agar Diponegoro tak lagi keluhkan java
Agar Wolter Monginsidi tak tangisi celebes
Agar Pattimura tak sia-siakan maluku
Agar Indonesiaku
Tak lagi tangisanku

***

 

Advertisements

LEGENDA GUNUNG KELUD KEDIRI, JAWA TIMUR

LEGENDA GUNUNG KELUD DAN DEWI KILISUCI

 Oleh : Rendra Saputra

gunung kelud 2

.

Sabtu,  15 Februari 2014  −  02:23 WIB

Sindonews.comMenurut legenda, Gunung Kelud bukan berasal dari gundukan tanah yang meninggi secara alami. Melainkan terbentuk berkat sebuah pengkhianatan cinta seorang putri Dyah Ayu Puspasari terhadap Lembu Sura.

Kala itu, kecantikan Dyah Ayu Puspitasari, putri Prabu Brawijaya menyilaukan banyak pria. Sang putri yang memiliki tubuh yang amat mempesona itu menarik minat banyak pangeran dan raja untuk melamarnya.

Untuk menyaring siapa jodoh anaknya, Prabu Brawijaya kemudian membuat sayembara. Bagi para pria yang bisa menarik busur Kyai Garudayeksa dan mengangkat gong Kyai Sekadelima, dialah pendamping putri kesayangannya.

Pada saat yang telah ditentukan, para peserta kemudian berkumpul di alun-alun kerajaan. Prabu Brawijaya dan sang putri nampak bertengger di atas singgasana menyaksikan sayembara tersebut. Prabu Brawijaya pun kemudian memukul gong sebagai pertanda sayembara dimulai.

Satu perasatu peserta sayembara mengeluarkan seluruh kesaktiannya untuk merentang busur dan mengangkat gong tersebut. Namun, tak seorang pun yang berhasil melakukannya. Bahkan, tak sedikit pula di antara peserta yang kemudian mendapat musibah, seperti patah tangan dan patah pinggang.

Prabu Brawijaya pun kemudian menutup sayembara tersebut. Namun, ketika dia hendak memukul gong untuk menutup acara, seorang raja berwajah lembu, datang dan memohon izin kepada Prabu Brawijaya untuk ikut dalam sayembara tersebut.

“Ampun Gusti Prabu! Apakah hamba diperkenankan untuk mengikuti sayembara ini?” pinta pemuda itu.

“Hey pemuda, siapa namamu?” tanya Prabu Brawijaya.

“Nama saya Lembu Sura,” jawab pemuda itu.

Prabu Brawijaya saat itu beranggapan pemuda berwajah lembu itu tak akan mampu merentangkan busur dan memukul gong seperti yang dikehendakinya.

Namun ternyata, dengan kesaktian yang dimilikinya, Lembu Sura dapat dengan mudah melakukan apa yang disayembarakan. Tepuk tangan penonton pun riuh menggema di pelataran istana.

Namun, sang putri merasa enggan bersuamikan pemuda berkepala lembu. Tak ingin terkesan menolak, Dyah Ayu Puspasari dan Prabu Brawijaya pun kemudian memberlakukan satu syarat tambahan, yakni Lembu Sura harus membuat sumur di puncak gunung.

Saking cintanya, Lembu Sura akhirnya mengerjakan apa yang diminta Dyah Ayu Puspasari tanpa dengan kesulitan. Tapi nyatanya, Dyah Ayu Puspasari dan ayahnya kemudian licik. Saat Lembu Sura berada di dalam sumur itu, Prabu Brawijaya memerintahkan pasukan Jenggala untuk mengubur Lembu Sura dengan batu.

Lembu Sura pun merasa dikhianati. Raja berkepala lembu itu kemudian berteriak lantang hingga terdengar kencang ke atas langit kepada Dyah Ayu dan Prabu Brawijaya.

“Oyoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung. (Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau,” sumpah Lembu Suro yang merasa dendam.

Tak pelak, sumpah itu membuat raja dan rakyatnya takut, sehingga masyarakat lereng Gunung Kelud hingga kini masih melakukan sesaji sebagai tolak bala sumpah itu yang disebut Larung Sesaji.

Para warga pun meyakini, setiap Gunung Kelud meletus, merupakan pertanda marahnya Lembu Sura akibat dikhianati Dyah Ayu Puspasari dan Prabu Brawijaya.

Acara Larung Saji sendiri hingga kini digelar setahun sekali pada tanggal 23 bulan Suro oleh masyakat Sugih Waras. Pelaksanaan acara ritual ini juga menjadi wahana promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan untuk datang ke Kediri. Kawasan Gunung Kelud terletak kurang lebih 35 Km dari kota Kediri atau 120 Km dari ibukota Provinsi Jawa Timur Surabaya. Termasuk gunung api aktif dengan ketinggian 1.730 meter di atas permukaan laut (mdpl). Panorama pegunungan indah yang alami dan udara sejuk membuat wisatawan kerasan berlama-lama di kawasan ini.

Obyek Wisata Kelud sangat cocok bagi mereka yang berjiwa petualangan (adventure). Di antara panjat tebing, lintas alam, camping ground. Bahkan pernah sempat dijadikan check point rally mobil nasional 2006. Jalan menuju Gunung Kelud sudah hotmiks dan dapat dilalui segala jenis kendaraan. Akan tetapi sebaiknya jangan menggunakan mobil sedan, karena 3 km menjelang masuk pintu gerbang terdapat tanjakan yang cukup terjal, yakni kemiringan 40 derajat yang panjangnya sekitar 100 meter. Gunung Kelud hingga kini telah mengalami 28 kali letusan yang tercatat mulai tahun 1000 sampai 2014.

(Diolah dari berbagai sumber)

.

MANUSIA DAN BUKU

.

MANUSIA & BUKU        

 

Saudaraku…

Kehidupan manusia itu laksana sebuah BUKU….

 

Cover depan adalah tanggal lahir.

Cover belakang adalah tanggal kematian.

 

Setiap lembarnya, adalah setiap hari dalam hidup kita dan apa yg kita lakukan.

 

Ada buku yg tebal, Ada buku yg tipis.

Ada buku yg menarik dibaca, ada yg sama sekali tidak menarik.

 

Sekali tertulis, tidak akan pernah bisa di’edit’ lagi.

Tetapi hebatnya,

seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yg putih bersih, baru dan tiada cacat.

 

Sama dengan kehidupan kita, seburuk apapun kemarin,

Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. 

 

Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yg benar dalam hidup kita setiap harinya.

Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya hingga saat usia berakhir.

 

Syukuri hari ini….

Dan isilah halaman demi halaman buku kehidupan kita dgn hal2 yg baik semata.

Dan, jangan pernah lupa, untuk selalu mohon bimbingan kepada-NYA, ketika akan menulis setiap harinya.

 

Agar pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai ditulis, kita dapati diri ini sebagai pribadi yg berkenan di hadapan-NYA.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak2 kita dan siapapun setelah kita nanti…

 

*****

= RYANA =

.