TAHAPAN – TAHAPAN PEMBERSIHAN JIWA (TAZKIYATUN NAFS)

@ Edisi Ekslusif, 2014

11 bulan kita kejar dunia, kita umbar nafsu angkara, sebulan penuh kita gelar puasa, kita bakar segala dosa. 11 bulan kita sebar dengki dan prasangka, sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama. 12 bulan kita berinterkasi penuh salah dan khilaf. Di hari suci nan fitri ini kita cuci hati, kita buka pintu maaf, SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI 1435 HIJRIAH ” MINAL AIDIN WALFAIDZIN –  MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN “

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Pembaca Kampoeng Celoteh Kita yang di rahmati Allah, baiklah kali ini kita coba sharing dari hati ke hati. Beberapa waktu yang lalu, disaat saya sedang melakukan Observasi ke lapangan, berbagai macam eksperimen, studi banding saya menemukan kejadian-kejadian Spiritual saya. Hal ini terbukti bahwa Allah berada di dekat kita, jika kita pun mau merendahkan hati kita kehadapanNYA, jika kita pun selalu tengadahkan tangan kita untuk memohon kepadaNYA. sebagai manusia yang menjalani hidup ada suka duka, berbagai macam cobaan menghampiri kita. kita senang iman diuji, kita susah iman pun diuji, kita berburuk sangka kepada orang itu juga iman kita sedang diuji, Nnnaah, yang ingin saya tanyakan :

Mengapa manusia butuh mensucikan jiwa ?

Tentunya kita sudah sering mendengar Hadist Rasul yang menyatakan : ” Setiap kalian adalah Pemimpin dan setiap Pemimpin dimintakan tanggung jawab atas kepemimpinannya itu.”

Jadi Allah meminta pertanggungjawaban pada diri kita semua, karena setiap orang adalah Pemimpin, minimal memimpin keluarga, saudara-saudara dan dirinya sendiri.

Jika kita membandingkan dengan hasil survey melalui observasi, studi banding  diatas, milyuner-milyuner ( yang tentu juga merupakan seorang pemimpin, misalnya seorang pemimpin perusahaan) yang sekuler (dan kemungkinan besar atheis) saja menempatkan nilai-nilai spiritual pada posisi penting kehidupannya didunia, apalagi kita yang tahu kita pasti diminta pertanggungjawabannya.

Allah berfirman :

” Hai orang-orang yang beriman : Peliharalah dirimu dari api neraka yang bahan bakar nya adalah manusia dan batu ; penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-NYA kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS : 66 : 6)

Abdullah bin Abbas menerangkan bahwa kata ” pelihara ” ini mendidik diri kita, ingat doa yang telah diajarkan oleh Rasul SAW

Adapun Tahapan-tahapan mensucikan jiwa adalah :

1. At-Tathahharu

2. At-Takhaluq

3. At- Iqtidaq

 

1. At-Tathahharu :

Artinya : Mengangkat dan membersihkan jiwa dari segala penyakitnya

Pembersihan diri ini diawali dengan Taubat. Taubat yaitu ; Kembali pada pangkuan dan pelukan Allah, meninggalkan segala dosa dan maksiat serta berusaha untuk tidak melakukannya lagi. Dan kemudian memulai hari-hari dengan indah yang dihiasi dengan keimanan dan keta’atan. Diri anda akan terasa ringan dan ” Plong ” apabila anda berhasil mengangkat penyakit-penyakit hati atau penyakit jiwa/bathin. misalnya ; Penipuan melalui SMS/dll, berjudi, Mencuri, berbuat maksiat seperti melihat/menonton ” Video Porno ”  atau mengajak dan mempengaruhi  orang-orang untuk melakukan tindakan pornografi, tindakan asusila, sesungguhnya ini adalah perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT, dan Neraka Jahanam lah tempatnya bagi orang-orang tersebut.

Lantas, Apa saja penyakit Jiwa ?

Kufur, Nifaq. yaitu : ingkar kepada Allah. Bila seseorang ditimpa bencana atau kematian, maka ia akan memohon kepada Allah dalam keadaan/posisi saking takutnya, tetapi setelah bencana itu diangkat oleh Allah, ia lupa bahwa dengan kekuasaan Allahlah hal itu terjadi.

Firman Allah :

” Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu dari padanya, dia (kembali) melalui (jalan yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS : 10 : 12 )

Syirik dan Riya’

Syirik artinya : menyekutukan Allah selain Allah.

Riya’ ; Syirik kecil. Karena adanya ada pada diri manusia itu sendiri.

Perumpamaan Rasul SAW : ” Riya’ itu bagaikan semut hitam diatas batu hitam, didalam hutan belantara yang gelap pada waktu malam hari. ” Riya’ ”  seluruh amal yang kita kerjakan menyebabkan akan ditolak oleh Allah. Ingat salah satu doa yang diajarkan Rasulullah yang termuat dalam Al-Ma’tsurat : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-MU terhadap apa-apa yang aku ketahui. Dan ampunilah aku terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui.

Hubbud Dunya, atau cinta Dunia (Wahn)

Firman Allah : ” Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, sawah dan ladang. itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah -lah tempat kembali yang baik (surga) .” (QS : 3 : 14)

Hasad (kedengkian). Orang yang Hasad tidak senang apabila melihat orang lain mendapatkan Rezeki, nikmat,dll dari Allah. Rasulullah menasehati kita : ” Jauhi sifat Hasad, karena tanpa terasa kebaikan amal kita habis. ingat kisah seorang sahabat miskin (seorang buruh panggul) yang dikatakan oleh Rasul SAW sebagai ahli syurga padahal ketika diselidiki oleh seorang sahabat lain amalan lainnya biasa saja. ternyata rahasianya adalah bahwa setiap malam ia berdoa agar terhindar dari sifat hasad dan mendoakan orang lain yang berniat atau telah melakukan kedzaliman terhadap dirinya untuk diampuni oleh Allah.

Ujub, yaitu : kekaguman seseorang terhadap dirinya sendiri. kekaguman itu bisa terhadap kekaguman fisiknya (narsisme), ilmu pengetahuan yang dimiliki, dan yang paling bahaya adalah terhadap amal perbuatannya sendiri. yang disebut terakhir, Allah menggambarkannya dalam surat 49 : 17 ” bahwa orang yang ujub merasa telah memberikan nikmat (rezeki, sedekah) kepada orang lain dan merasa bangga disebut menyedekahi. Dengan kata lain ia melakukan amal perbuatannya hanya ingin dilihat oleh orang lain.silahkan dicek pula surat 7 : 44 ( bacaan penghuni syurga ketika masuk surga).

Takabbur atau Sombong.

Awal dari takabbur ini adalah sifat Ujub. Bermula kagum pada diri sendiri kemudian ia merendahkan oranglain. cukup banyak ayat yang menerangkan sifat Takabbur ini. Lihat surat An-Nahl (16) : 22 -25. Cara untuk menghilangkan sifat ini adalah banyak berdzikir (kagum pada Allah).

Ittiba’ul Hawa, atau selalu mengikuti hawa nafsu. Orang yang selalu mengikuti hawa nafsu tidak mau dibatasi. Allah mengijinkan disalurkannya nafsu, tetapi semua ada batasnya. Oleh karena itu fungsi Tazkiyatun Nafs ini adalah supaya nafsu disalurkan sesuai dengan porsinya.

Dan masih banyak lagi penyakit-penyakit hati yang nampak maupun yang tersirat dalam jiwa dan batin manusia yang mengakar dalam hati insan.

2. At-Takhalluq
Yaitu memasukkan/menghiasi ke dalam jiwa itu segala sesuatu yang selayaknya berada di dalam jiwa. Ya, setelah jiwa dibersihkan dan disucikan dengan berbagai cara dengan usaha (juhud) dan sungguh-sungguh (ijtihad) dan latihan (riyadhah) baik dengan taubat, muhasabah, dan sebagainya. Kini, jiwa yang sudah mulai bersih dari noda penyakit hati/jiwa/batin itu dihiasi dengan sesuatu yang selayaknya ada di dalam jiwa, istilahnya kembali pada fitrah manusia dan selayaknya manusia dengan akhlaq-akhlaq baik (akhlaqul karimah) yang berhubungan dengan jiwa atau hati Baik itu husnudzhan, sabar, tawadhu'(rendah hati), jujur, amanah, tawakkal, sabar, tawadhu’, tadharru’, qana’ah, iffah, dan lain-lain sebagainya.

3. Al-Iqtida’
Yaitu meneladani perilaku yang bersumber dari nama-nama Allah (Asma’ul Husna) yang perilaku Rasul. Allah S.W.T mempunyai 99 nama (asmaul-husna), dari nama-nama yang baik itu dapat menjadi media kita untuk sadar atau was-was, atau bisa juga disebut media menambah iman kita. Diantaranya nama Allah itu yaitu Maha Adil, ya dengan nama ini kita tahu Allah itu maha adil, jadi apapun yang menimpa kita itu adalah adilnya Allah walau akal kita tidak sanggung melihat hikmahnya. Dengan ini kita akan terjauhi dari sifat Dzhan , yaitu berburuk sangka kepada Allah.

Kemudian menjadikan sifat-sifat pribadi yang karimah (akhlaqul karimah)-nya rasul pada kepribadian jiwa kita. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah beliau dan menjauhi apa yang dijauhi oleh beliau.

Jalan Membersihkan Jiwa:

  1. Shalat
  2. Zakat, infaq
  3. Puasa
  4. Haji
  5. Tilawah Al-Qur’an
  6. Dzikir
  7. Tafakkur
  8. Mengingat Mati dan Pendek Angan-angan
  9. Muraqabah, Muhasabah, Mujahadah dan Mu’aqabah
  10. Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan Jihad
  11. Pelayanan dan Tawadhu’ (merendahkan hati)
  12. Mengetahui pintu-pintu masuk syetan ke dalam jiwa dan menutup jalan-jalannya.
  13. Mengetahui berbagai penyakit hati dan kesehatannya berikut cara melepaskannya.

 Demikian Pembaca KCK, sekedar melengkapi agar kita bisa memperbaiki keimanan kita, bisa memperbaiki akhlak kita dan bisa melengkapi kehidupan kita ini dengan hati yang bersih dan suci, jauh dari sifat-sifat yang disebutkan diatas, lebih dan kurang saya mohon maaf jika ada sifat dan laku saya yang kurang berkenan, karena saya juga manusia biasa yang sedang belajar menyempurnakan iman, ibarat kata Seorang Guru : Never Ending Learning, menuju tahap sempurna. jika Pembaca tidak tau apa artinya, tanyakan saja pada Beliau. kelak beliau akan berikan Wejangan yang baik untuk pembelajaran yang sempurna. Barakallah..

Wassalamualaikum..Wr..Wb

Salam Takzim,

Ryana