SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan segenap rahmat-Nya kepada kita semua sehingga kita bisa menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh yang InsyaAllah sah dan diterima disisi-Nya, Amin.

Kedua kalinya shalawat serta salam mudah-mudahan tetap terucarahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad S.A.W. yang telah memberikan kita pelajaran dan tuntunan untuk menuju jalan yang diridloi.

Saudara-saudariku yang saya hormati dan dimuliakan Allah S.W.T

Tidak terasa sudah Ramadhan yang indah sebentar lagi meninggalkan kita. Semoga Ramadhan berikutnya kita masih diberikan kesempatan untuk melakukan ibadah yang dapat membersihkan diri kita dari noda-noda kehidupan dan lebih mendekatkan diri lagi kepada Tuhan pemilik seraya alam.
Kini tiba waktunya bagi segenap kaum Muslim untuk menyambut datangnya hari kemenangan, yakni hari raya Idul Fitri. Dihari kemenangan ini kita selaku ummat Muslim diwajibkan untuk membuka pintu maaf kepada saudara-saudara kita, dan disisi lain kita juga harus meminta maaf satu sama lain untuk membersihkan diri kita dari dosa dan kesalahan.

Saudara-saudariku yang dimuliakan Allah S.W.T

Perlu kita ketahui, bahwa wajib bagi kita untuk memberikan maaf kepada saudara-saudara kita meski sebesar apapun kesalahan yang mereka perbuat. Kita harus bisa memberikan pintu maaf kepada mereka. Tuhan saja bersedia memberikan maaf kepada hamba-hambanya yang penuh dosa, apalagi kita yang tidak punya apa-apa tanpa kehendak dan pertolongan-Nya.

Bapak/Ibu dan saudara-saudariku skalian..

Marilah kita menjadi ummat yang bersih dan penuh dengan kemaafan sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik serta mendapatkan ridlo dari Allah S.W.T. Semoga dengan datangnya hari raya Idul Fitri 1436 H ini kita semakin diberikan kemudahan oleh Allah S.W.T.

Demikian sedikit pesan yang dapat saya sampaikan, semoga dapat memberikan pencerahan serta renungan berarti kepada saya pribadi, dan kepada para hadirin sekalian pada umumnya, Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Advertisements

AMALAN DOA PARA NABI DAN RASUL DALAM AL-QURAN

1. Doa Nabi Adam

” Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin…”

Artinya : Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.

2. Doa Nabi Nuh

“ Robbi inni audzubika an as alaka maa laisalli bihi ilmun wa illam tagfirli watarhamni akum minal khosirin “ (surat Hud; 47)

Artinya : Ya Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sesuatu yang aku tidak mengetahui hakekatnya, dan sekiranya tidak Engkau ampuni dan belas kasih niscaya aku termasuk orang – orang yang merugi

3. Doa Nabi Ibrahim
“ Robbana taqobal minna innaka anta sami’ul alim wa tub alaina innaka antat tawwaburrokhim “ (al baqarah; 128-129)

Artinya : Ya Tuhan kami terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau maha mendengar dan Mengetahui, dan termalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang.

“ Robbi ja alni muqimas sholati wa min dzuriyyati, robbana wa taqobal doa, Robbannagh firli wa li wa li dayya wa li jamiil mukminina yauma yaqumul hisab “ (ibrahim ; 40 -41)

Artinya : Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab.

4. Doa Nabi Yunus
“ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ (al anbiya;87)
Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dzholim

5. Doa Nabi Zakariya
“ Robbi latadzarni wa anta choirul warisin “ (an biya ; 89)
Artinya : Ya Allah janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, sesungguhnya engkau pemberi waris yang paling baik
“ Robbi habli miladunka duriyattan, thoyibatan innaka sami’ud du’a “ (ali imron;28)
Artinya : Ya Tuhan berilah aku seorang anak yang baik dari sisiMu, sesungguhnya Engkau maha pendengar Doa

6. Doa Nabi Musa
“ Robis shrohli shodri wa ya shirli amri wah lul uqdatam mil lissani yah khohu khouli “ (Thoha ; )
Artinya : Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan lancarkanlah lidahku serta mudahkanlah urusanku

“ Robbi inni dholamtu nafsi fa firlhi “ (al qhosos ; 16)
Artinya : Ya Allah aku menganiaya diri sendiri, ampunilah aku

“ Robbi Naj jini minal qumid dholimin “
Artinya : Ya Tuhan lepaskanlah aku dari kaum yang dholim

“ Robbi ini lima anzalta illayya min khoirin faqir “ (al qhosos; 24)
Artinya : Ya Tuhanku sesungguhnya aku memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku

“ Robbi firli wa li akhi wa adkhilna fi rohmatika, ya arhamar rokhimin “
Artinya : Ya Tuhanku ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmatMu, dan Engkau Maha Penyayang diantara yang menyayangi

7. Doa Nabi Isa

“ Robbana anzil alaina ma idatam minas samai taqunu lana idzal li awalina, wa akhirina, wa ayyatam minka war zukna wa anta khoiru roziqin “ ( al maidah ; 114)

Artinya : Ya Tuhanku turunkanlah pada kami hidangan dari langit, yang turunnya akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang – orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rejeki dan Engkaulah pemberi rejeki yang paling baik.

8. Doa Nabi Syuaib :
“ Robbana taf bainana, wa baina kaumina bil haqqi , wa anta khoirul fatihin “ (A araf; 89)
Artinya : Berilah keputusan diantara kami dan kaum kami dengan adil, Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik – baiknya.

9. Doa Nabi Ayyub :
“ Robbi inni masyaniyad durru wa anta arhamur rohimin “
Artinya : Bahwasanya aku telah ditimpa bencana, Engkaulah Tuhan yang paling penyayang diantara penyayang.

10. Doa Nabi Sulaiman
“ Robbi auzidni an askhuro ni’matakallati an amta allaya wa ala wa li dayya wa an a’mala sholikhan tardhohu wa ad khilni birrohmatika fi ibadikas sholikhin “ (an naml; 19)

Artinya : Ya Tuhan kami berilah aku ilham untuk selalu mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua ibu bapakku dan mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridloi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu kedalam golongan hamba-hambMu yang Sholeh.

11. Doa Nabi Luth
“ Robbi naj jini wa ahli mimma ya’malun “
Artinya : Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari perbuatan yang mereka kerjakan
“ Robbin surni alal kaumil mufsidin “ (assyu araa ; 169)
Artinya : Ya Tuhanku tolonglah aku dari kaum yang berbuat kerusakan

12. Doa Nabi Yusuf
“ Fatiros samawati wal ardli anta fiddunya wal akhiro tawwaffani musliman wa al hiqni bissholihin “ (yusuf ; 101)
Artinya : Wahai pencipta langit dan bumi Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat wafatkanlah aku dalam keadaan pasrah (islam), dan masukkanlah aku dengan orang – orang sholeh.

13. Doa Nabi Muhammad
“ Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hassanah wa qina adza bannar “ (hadist)
Artinya : Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah aku dari api neraka

“ Robbana latuzig qullubana ba’daidz haddaitana wahabblana miladunka, rohmatan innaka antal wahab” (Ali Imron; 8 )
Artinya : Ya Tuhanku janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan berilah kami rahmat, sesungguhnya Engkau adalah dzat yang banyak pemberiannya.

AMALAN-AMALAN YANG DISYARI’ATKAN PADA HARI JUMAT

Amalan-Amalan yang Disyari’atkan pada Hari Jum’at

  1. Memperbanyak shalawat

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)

  1. Membaca surat Al Kahfi

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.” (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

  1. Memperbanyak do’a (HR Abu Daud poin 4b.)
  2. Amalan-amalan shalat jum’at (wajib bagi laki-laki)

  • Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.
  • Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.
  • Diam mendengarkan khatib berkhutbah.
  • Memakai pakaian yang terbaik.
  • Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.

Saudara/saudariku, semoga kita bisa mendapat manfaat yang lebih besar dengan menambah amalan-amalan ibadah yang disyari’atkan. Sungguh begitu banyak jalan agar kita bisa meraup pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal perjalanan kita di akhirat kelak. Wallahu a’lam.

=Ryana=

TATA CARA YANG BAIK DALAM MEMBACA AL-QUR’AN

adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an:

1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.

Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Berwudhu lah terlebih dahulu.

2. Membaca dengan suara yang lembut, pelan (tartil), tidak terlalu cepat agar dapat memahami tiap ayat yang dibaca

3. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, penuh penghayatan, dengan hati yang ikhlas, mampu menyentuh jiwa dan perasaan bila perlu dengan menangis

Alloh Ta’ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.

4. Membaguskan suara ketika membacanya.

Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.

5. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu’.

Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). Wallohu a’lam.


HIZIB ILMU LADUNI

hizib ilmu laduni

Assalamualaikum Wr Wb,

Dengan Rahmat Allah, Hizib Laduni adalah salah satu cara bertaqorrub kepada ALLAH Yang Maha Mengetahui dan Maha Pemberi Rahmat yang mana apabila di amalkan secara istiqomah selama beberapa hari Insya Allah akan mulai terpancar Nur dalam hati pengamalnya dan memudahkan belajar segala jenis ilmu baik itu ilmu bathin atau ilmu dzahir, senantiasa mendapat jawaban dari segala pertanyaan baik secara langsung maupun tidak langsung, Laduni itu ada 2 yaitu Pertama, ilmu yang didapat tanpa melalui tahapan belajar (wahbiy). Kedua, ilmu yang didapat melalui usaha belajar (kasbiy).

Syarat Mengamalkan Hizib Laduni ada 2 :

1. Senantiasa Menjauhkan dari Apa yang dilarang-Nya dan menjalankan apa yang di perintahkan-Nya
2. Senantiasa Mengamalkan Hizib Iaduni sebagai sarana Ibadah kepada Allah


Hizib Laduni

Dengan izin, ridho dan rahmat Allah, Saya Ijasahkan kepada sesiapa yang mau mengamalkannya bukan yang mengkoleksinya

Bacaan Amalan 1 of 3

(Yaa Allah Yaa Nuuru Yaa ‘Aliim 6666x) di tiupkan ke Air Mineral , dan minumnya harus selalu menggunakan air ini atau campuran air ini selama 21 hari kalau airnya mau habis bisa di refil, amalannya bisa di ulang berkali kali (semakin banyak semakin bagus) dan ditiupkan ke air yang sama…., selanjutnya cukup dibaca 66x setiap hari…

Amalan 2 dan Ke 3 , setelah yang amalan pertama tamat 21 hari ya….Insya Allah

Note:

Di baca sekali duduk 6666x itu sekitar 3 jam kalau di wirdkan secara jahar (keluar suara melalui mulut) dan sekitar 2 jam dengan zikir hati

Kenapa harus minum dengan air hasil wiridan ? karena komposisi air tubuh manusia sekitar 60%-70%, dengan minum air wiridan selama 21 hari maka akan menyerap ke seluruh tubuh kita untuk membersihkan apa apa yang buruk dengan yang insya allah barokah dan membersihkan apa-apa yang menjadi hijab penghalang dan setelah 21 hari tubuh kita lebih siap menerima dan menyerap pancaran rahmat dan fadhilah dari Allah daripada sebelumnya.

Tentunya selama 21 hari dan seterusnya di barengi dengan Ibadah wajib dan menjauhkan dari apa yang dilarang agama …

” Ryana “

WAHYU, ILMU LADUNI, FIRASAT DAN KASYAF

Hati kalau sudah bersih, pandangannya akan menembusi segala hijab-hijab yaitu tabir alam maddiah (benda). Akan tersingkap hijab-hijab itu dan terbanglah ia ke alam ghaib yang maha luas setakat yang diizinkan oleh Allah Taala. Hati yang benar-benar bersih, di waktu itulah Allah SWT curahkan ke dalamnya perkara atau barang yang berharga dan terlalu bernilai yaitu keimanan, keyakinan, ketaqwaan, hikmah, wahyu, kasyaf, ilmu laduni, firasat dan lain-lain lagi. uraian, tafsiran atau penjelasan tentang hal-hal ini akan bahas secara terperinci.

WAHYU

Ia adalah ilmu yang Allah sampaikan kepada rasul-rasul dan nabi-nabi secara terus atau direct. Atau melalui perantaraan malaikat, terus jatuh ke hati mereka, terus dapat dihafal dan tidak lupa buat selama-lamanya. berlaku tanpa usaha ikhtiar dan tanpa belajar. Inilah mauhibah atau anugerah dari Allah. Wahyu membawa syariat baru, memansuhkan syariat yang sebelumnya.

ILMU LADUNI ATAU ILHAM

Apakah itu ilmu laduni? adalah ilmu yang membawa pengertian atau makna yang baru kepada syariat, bukan membawa syariat baru. Ilmu laduni atau ilmu ilham ialah ilmu yang Allah jatuhkan ke dalam hati para wali-Nya, tanpa melalui proses usaha ikhtiar atau hasil mendengar kuliah dari guru atau hasil berfikir. Ia terjatuh direct ke dalam hati. Yang mana bila disyarahkan atau diuraikan, ia jadi satu ilmu atau satu uraian yang sangat ilmiah. artinya  jadi satu ilmu yang sangat bermanfaat. Ilmu yang didapati itu tepat, meyakinkan, logika, memberi kepuasan serta tidak meletihkan otak. Berbeda dengan cara hasil belajar, membaca, berfikir atau mentelaah yang cepat dan menjemukan. Kadang-kadang tidak tepat, tidak meyakinkan atau tidak logika dan meletihkan. Untuk mendapatkannya perlu proses masa yang lama. artinya hasil membaca, berfikir setelah faham baru dapat ilmu.

Kalau begitu ilmu laduni atau ilmu ilham bukan membawa syariat yang baru. Ia membawa makna atau tafsiran yang baru, yang sesuai dijadikan tindakan dan penyelesai masalah untuk zamannya atau makna yang tertentu, khusus untuk orang itu. Mengapa pula ilmu ilham atau ilmu laduni ini dikatakan sebagai penyelesai masalah sesuai dengan zamannya dan bukan untuk semua zaman? Kalau saya hendak misalkan ilmu Allah itu yakni ilmu Al Quran atau Sunnah Rasul, yang maha luas dan tidak berkesudahan itu diibaratkan sebagai khazanah lautan, setiap orang yang mencari khazanah lautan itu insya-Allah dapat sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya dan juga untuk orang lain. Apa yang diperolehi oleh setiap orang itu mungkin tidak sama di antara satu sama lain. Mungkin ada yang dapat kerang atau ada yang dapat ikan saja. Orang yang dapat ikan pula mungkin tidak sama jenisnya. Ada yang dapat ikan hiu, ada yang dapat ikan pari, ikan kembung dan sebagainya. Ada juga yang dapat minyak, mutiara, batu karang dan lain-lain lagi.

Bagi orang yang tidak faham, dia akan mengatakan kepada orang yang dapat batu karang: “Awak ni tak dapat apa-apalah! Saya dapat ikan. Inilah hasil laut yang sebenarnya. Awak ni dapat batu karang dari hutan mana?” Tapi bagi orang yang dapat batu karang menyangka mereka yang dapat ikan itu bukan dari hasil laut. Sebenarnya kerang dan ikan sama-sama hasil laut, tetapi dikarenakan masing-masing kurang ilmu, maka masing-masing menganggap apa yang mereka dapat itulah sebenarnya dari laut. Yang lain bukan dari laut. Lebih-lebih lagi orang yang dapat minyak, tentulah mereka lebih sombong lagi dan menuduh orang-orang yang dapat benda-benda lain tidak dianggap dari hasil laut. Oleh itu bagi orang yang faham tentang laut, ia tidak jadi masalah. Semua yang disebut itu adalah khazanah lautan. Cuma keperluan saja yang tidak sama. Ikan untuk dimakan. Kalau minyak untuk enjin dan batu karang pula untuk hiasan dan begitulah seterusnya.

Jadi, orang yang dikaruniakan ilmu laduni atau ilmu ilham ini adalah orang yang mendapat khazanah dari lautan ilmu Allah. Ada macam-macam ilmu dan setiap sesuatu ilmu itu mempunyai banyak pengertian dan tafsirannya. Jadi Allah memberi pengertian dan tafsiran satu-satu ayat sesuai pada seseorang itu untuk menyelesaikan masalah di zamannya atau keperluan seseorang itu. Perkara itu pula kebanyakannya bukan pengertian mengenai hukum. karena soal itu sudah tetap dan tidak berubah untuk setiap zaman kecuali perkara khilafiah. Sebaliknya ilmu laduni ini kebanyakannya mengenai penguraian, falsafah, didikan, hal semasa, metode dan kaedah saja. Perkara-perkara ini boleh berubah.

Jika ilmu wahyu disampaikan kepada rasul atau nabi, ilmu laduni atau ilmu ilham Allah karuniakan kepada para wali dan orang-orang soleh. Ilmu wahyu adalah syariat baru yang mengesahkan syariat yang diamalkan sebelumnya manakala ilmu laduni akan membawa tafsiran atau makna baru kepada ilmu wahyu itu, sesuai untuk zamannya atau orangnya. Ilmu wahyu tidak dilupakan tetapi ilmu laduni atau ilham mudah dilupakan oleh orang yang menerimanya. Kalau yang menerima ilmu wahyu itu adalah rasul maka wajib dianya disampaikan tetapi kalau dia seorang nabi, maka tidak wajib menyampaikannya. Sedangkan ilmu laduni elok disampaikan karena dia akan dapat menyelesaikan masalah-masalah semasa yang sedang dihadapi oleh masyarakat, sesuai untuk zamannya. Atau untuk mengetahui hikmah atau pengajaran sesuatu hukum itu.

Kalau ilmu wahyu ditolak, automatis seseorang itu akan jatuh murtad atau kafir dan di Akhirat akan terjun ke Neraka serta kekal selama-lamanya. Sebaliknya kalau menolak ilmu laduni atau ilmu ilham, tidak menjadi kafir tetapi akan menghilangkan barokah dan tertutup pintu bantuan Allah. Mungkin ada orang yang akan menolak pendapat ini tentang ilmu laduni ini dan payah untuk menerimanya terutamanya:

1. Orang yang tidak percaya adanya ilmu laduni atau ilham di dalam Islam.

2. Seseorang yang tidak ada ilmu ini dan tidak ada pengalaman mengenainya, sekalipun dia mempercayainya.

3. Seseorang yang tahu mengenai ilmu ini tetapi kerana hasad dengki, dia tidak senang dengan orang yang mendapat ilmu ini, maka dia pun buat-buat menolaknya, sedangkan hatinya membenarkan.

Apa bukti ilmu laduni atau ilmu ilham ini wujud? Buktinya, adalah berdasarkan  sebagai berikut:

PERTAMA: Hujah naqli (nas)

1. Hujah Al Quran

Dalam Al Quran ada dalil yang kuat sebagai bukti kewujudan ilmu ini. “Hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Allah akan mengajari kamu.” (Al Baqarah: 282) Dalam ayat ini jelas Allah mengatakan tentang orang-orang bertaqwa yang bersih daripada sifat-sifat mazmumah, Allah akan beri ilmu secara wahbiah, tanpa usaha ikhtiar, tanpa belajar atau berguru.

2. Hujah Hadis

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang beramal dengan ilmu yang dia tahu, Allah akan berikan padanya ilmu yang dia tidak tahu.” (Dikeluarkan oleh Abu Nuaim) Inilah buktinya. artinya ilmu yang telah sedia ada itu akan bertambah bila diamalkan. Yakni ia akan dapat ilmu baru hasil dipraktikkan ilmu itu. Proses ini juga berlaku secara wahbiah.

Inilah yang dikatakan ilmu laduni atau ilmu ilham yang mana Allah pusakakan melalui tiga cara:

i. Ilmu itu Allah jatuhkan terus ke dalam hati.

ii. Adakalanya Allah tayangkan ilmu itu yang boleh dilihat seolah-olah melihat layar  TV. Sedangkan orang lain yang ada bersama-sama dengannya ketika itu tidak dapat melihatnya.

iii. Atau mungkin mendengar suara yang membisikkan ke telinganya tetapi tidak nampak rupa makhluknya. Inilah yang dikatakan hatif. Mungkin suara ini suara malaikat, jin yang soleh atau wali-wali Allah.

KEDUA: Bukti Sejarah

Banyak kitab dahulu menceritakan bagaimana pengalaman salafussoleh, ulama-ulama besar dan pengarang-pengarang kitab sendiri yang mendapat ilmu-ilmu laduni ini. Ada kitab-kitab karangan ulama muktabar yang menunjukkan pengarangnya mendapat ilmu laduni. Di antara ulama yang memperolehi ilmu laduni atau ilmu ilham ini di samping ilmu melalui usaha ikhtiar ialah imam-imam mazhab yang empat, ulama-ulama Hadis seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, ulama-ulama tasawuf seperti Imam Al Ghazali, Imam Nawawi, Imam Sayuti, Syeikh Abdul Kadir Jailani, Junaid Al Baghdadi, Hassan Al Basri, Yazid Bustami, Ibnu Arabi dan lain-lain lagi.

1. Imam Al Ghazali

Umurnya pendek saja yaitu sekitar 54 tahun. Beliau semula mengarang  habis bersuluk di kubah Masjid Umawi di Syam (Syria). Umurnya waktu itu sekitar 40 tahun. artinya dalam hidupnya dia mengarang sekitar 14 tahun. Dalam waktu yang pendek ini dia sempat mengarang 300 buah kitab yang tebal, yang bermacam-macam jenis ilmu pengetahuan termasuklah kitab yang paling masyhur iaitu Ihya Ulumuddin, kitab tasawuf (dua jilid yang tebal-tebal) dan Al Mustasyfa (ilmu usul fiqh yang agak susah difahami).

Coba anda fikirkan, bolehkah manusia biasa seperti kita ini menulis sebanyak itu. Walau bagaimana genius sekalipun otak seseorang itu, tidak mungkin dalam masa 14 tahun boleh menghasilkan 300 buah kitab-kitab tebal, kalau bukan karena dia dibantu dengan ilmu laduni yakni ilmu tanpa berfikir, yang terus jatuh ke hati dan terus ditulis. Dalam pengalaman kita kalau ilmu hasil berfikir dan mengkaji, sepertimana profesor-profesor sekarang, dalam masa empat tahun baru dapat membuat satu tesis di dalam sebuah buku. Kalau satu buku mengambil masa empat tahun, ertinya kalau 14 tahun dapat tiga buah buku. Terlalu jauh bezanya dengan Imam Ghazali yang mencapai 300 buah buku itu.

2. Imam Sayuti

Umurnya juga pendek, hanya 53 tahun. Beliau mula mengarang sewaktu berumur 40 tahun dan dapat menghasilkan 600 buah kitab. Dalam masa hanya 13 tahun dapat menghasilkan sebegitu banyak kitab. artinya dia dapat menyiapkan sebuah kitab setiap dua minggu. Kitabnya itu pula tebal-tebal dan tinggi pembahasannya dalam bermacam-macam jenis ilmu. Antara kitabnya yang terkenal Al Itqan fi Ulumil Quran, Al Hawi lil Fatawa (dua jilid), Al Jamius Soghir (mengandungi matan-matan Hadis), Al Ashbah wan Nadzoir, Tafsir Jalalain, Al Iklil dan lain-lain lagi. Kalaulah beliau menulis atas dasar membaca atau berfikir semata-mata, tentulah tidak mungkin dalam masa 13 tahun da-pat menulis 600 kitab atau tidak mungkin dalam masa hanya dua minggu dapat tulis sebuah kitab. Inilah ilmu laduni. Tidak heranlah hal ini boleh berlaku karena dalam kitab Al Tabaqatul Kubra karangan Imam Sya’rani ada menceritakan yang Imam Sayuti dapat yakazah dengan Rasulullah sebanyak 75 kali dan dia sempat bertanya tentang ilmu dengan Rasulullah.

3. Imam Nawawi

Beliau adalah antara ulama yang meninggal sewaktu berusia muda, iaitu 30 tahun. Beliau tidak sempat berkahwin tetapi banyak mempusakakan kitab-kitab karangannya. Di antara yang terkenal ialah Al Majmuk yakni kitab fekah. Kalau ditimbang berat kitab itu lebih kurang 3 kilogram, yakni kitab fekah yang sangat tebal. Selain itu termasuklah kitab Riadhus Solihin, Al Azkar dan lain-lain lagi. Untuk mengarang kitab Al Majmuk saja kalau ikut kaedah biasa yakni atas dasar kekuatan otak, tidak mungkin dapat disiapkan dalam masa dua atau tiga tahun. Mungkin memakan masa 10 tahun. Ini berarti dia mula mengarang semasa berumur 20 tahun. Biasanya di umur ini orang masih belajar lagi. Tetapi di usia semuda itu Imam Nawawi mampu mengarang bukan saja Al Majmuk, tetapi turut mengarang kitab-kitab besar yang lain. Ini luar biasa! Biasanya orang jadi pengarang kitab di penghujung usianya. Ini membuktikan selain dari cara belajar, ada ilmu yang Allah berikan tanpa belajar, tanpa usaha ikhtiar dan tanpa berguru. Itulah dia ilmu laduni atau ilmu ilham.

Sesudah kita mengkaji kemampuan ulama-ulama dahulu, kita lihat pula ulama-ulama sekarang ini dan coba kita bandingkan. Berapa banyakkah buku-buku atau kitab yang telah ditulis oleh mereka sekalipun setelah mereka ada PhD? Oleh itu, jika ulama-ulama dulu mampu menulis kitab-kitab yang banyak dan tebal-tebal dalam masa yang singkat tentulah ianya bantuan Allah yang luar biasa melalui ilmu laduni atau ilmu ilham yang bersifat wahabi di samping ilmu kasbinya. Jelaslah sekarang ini sudah tidak ada lagi ulama yang dapat ilmu laduni. Ini kerana kita semua sudah bersalut dengan cinta dunia dan berkarat dengan mazmumah. Lihatlah zaman sekarang ini, susah untuk kita dapati ulama yang mengarang buku atau kitab. Mereka tidak mampu mengarang karena kekeringan minda, sibuk dengan dunia, di samping perlu menggunakan otak, berfikir, membaca, banyak mentelaah dan kena banyak reference yang tentunya memakan waktu yang lama. Ini semua membosankan dan meletihkan, banyak ambil masa serta tidak cukup masa. Mereka tidak dapat pula ilmu melalui saluran ilham. Maka inilah rahsia kenapa ulama sekarang tidak menulis atau kurang menulis.

FIRASAT

Firasat ialah perasaan atau gerakan hati yang benar atau tepat kerana mendapat pimpinan dari Allah. Sabda Rasulullah: “Takutlah olehmu firasat oran mukmin kerana ia memandang dengan cahaya Allah.” (Hadis Riwayat At Tarmizi)

Jika hati kotor, syaitanlah yang mengisinya yakni jahat sangka, keraguan dan lain-lain lagi.

Apa itu kasyaf? Kasyaf artinya  ‘singkap’ yakni tabir-tabir jadi penghalang atau yang jadi hijab pada mata batin untuk melihat alam ghaib atau rohaniah itu, Allah singkapkan. Allah buka dan perlihatkan. Tabir-tabir penghalang itu adalah sifat-sifat mazmumah. Apabila tabir-tabir mazmumah itu sudah terangkat, maka hatinya jadi celik dan terang-benderang, putih bersih. Sehingga mata mampu melihat makhluk-makhluk Allah yang pelik-pellik di alam yang bukan alam benda atau material itu seperti melihat alam jin, malakut dan alam barzakh. Juga dapat melihat sifat batin manusia yakni seseorang itu berperangai seperti kuda, maka rupa orang itu seperti kuda. Kalau berperangai anjing, orang itu berupa anjing. Allah perlihatkan hakikat orang itu.