SABDA PUITIS

.

SABDA BUMI
by. Ryana

Bulan tampak mendung merenung bumi
Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut
Terpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rindu
Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu

Bulan tak ingin membawa tertawa manja
Kala waktu enggan berkawan pada hari
Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
Terhapus awan gelap melahap habis langit

Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini
Hitam memang menang menyerang terang
Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi

Bulan tak ingin mengeluh akan kehidupan malam

kala sang makhluk hingar bingar jalani pekatnya malam

Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus jiwa-jiwa yang sepi
Tegak cahyanya menusuk citra

Oh..bulan, oh..bintang, oh..angin..Oh..Bumi

sampai kapankah ?

Jika Bumi tak lagi berputar, mengertikah ??

*****

 

SABDA AKHIR
by. Ryana

Cakrawala telah memuncak di ujung senja
Daun-daun putri malu pun telah layu ditiup angin
Air es pun tak lagi terasa dingin

Seperti ini kah sabda akhir Mu?
Sepedih ini kah sabda akhir Mu?
Sepahit ini kah sabda akhir Mu?
Sesakit ini kah sabda akhir Mu?

Aku memang tak pernah tahu yang sebenarnya
Aku memang tak pernah tahu yang sesungguhnya
Aku pun tak akan pernah tahu semua itu
Aku hanya bisa berkata “Seandainya saja”

Sabda-sabda Mu yang aku jadikan keyakinan
Risalah-risalah Mu yang aku jadikan kepercayaan
Dengan itu lah hati ku tenang
Dengan itu pula lah hati ku bisa merengkuh kebahagiaan.

Advertisements