PERSEPSI TENTANG TUHAN

.

Persepsi tentang Tuhan

oleh : Srikandi Sedjati

Tuhan dalam dunia kejawen memang masih
ambivalen,maksudnya,masih menganut
imanensi.

Percaya terhadap Tuhan adalah mutlak
bagi semua makluk hidup.

Tuhan adalah
supranatural.

Tuhan berada di alam jagat raya dan diri
manusia.

Tegasnya tidak sedikit manusia yang
menganggap bahwa Tuhan adalah hanya sebagai
ide yang berada jauh di luar ciptaanya.

Bahkan
lepas dari segala hubungan, ia di pandang sebagai
yang mutlak lalu di ungkapkan sebagai“tan kena kinaya ngapa,tan kena winarasa”yang artinya : Tuhan tak dapat di reka-reka oleh fikiran
manusia,berarti tuhan adalah maha agung.

Dalam pandangan kejawen,alam semesta
bermula dari dzat baru lahir sifat.

Pada hakikatnya
dzat dan sifat saling mempengaruhi.

Keduanya
serempak menimbulkan hidup.

Hidup timbul dari awang-awung (sunyayuri) alam sunyayuri di sebut
juga Adam makdum.

Dalam alam ini,tidak ada apa-
apa,yang ada adalah ketiadaan itu sendiri,dalam
kasanah kejawen,alam owang-awung adalah“ora ono ning ono”(tak ada,tapi sebenarnya ada).

Di alam ini,dzat yang ada lebih dahulu karena di abadi, hidup akan menjadi ada, setelah di
lengkapi dengan anasir,angin,api,air,dan
tanah.atas dasar keempat anasir itu,terciptalah
adam sebagai perwujudan sifat ingsun
(Tuhan).

Itulah keturunan adam sampai
sekarang,termasuk pelaku mistis akan menuju Ingsun tersebut.

Hanya saja kerena ingsun adalah gaib,yang
sering di tuturkan“isih durung karuhan pangonane”artinya belum jelas di mana tempatnya.

Untuk selalu menuju Tuhan tersebut
Selalu“tumancep ing angen-angen”(berada dalam fikiran terus menerus) menyatu menjadi kehendak
lalu di sebut pangesti.

Uniknya,siapa Tuhan dalam kehidupan
masyarakat jawa berada pada ungkapan“tan kena
kinaya ngapa”artinya tak dapat di bandingkan.

Ada dan tak ada sebenarnya menyatu,ada dan tiada sebenarnya terletak pada hidup itu
sendiri,hidup adalah satu (siji) tetapi terbagi
menjadi banyak (ngawiji-wiji),hidup ibarat air,ia
akan terpancar kemana-mana,namun satu
hakikatnya,air di mana-mana sama,kecuali yang
telah di rekayasa,untuk mencapai alam sunyayuri,orang jawa menjalankan mistik kejawen
dengan jalan heneng,hening,heleng,hawas
.
Kita wajib tahu,bahwa semua yang berada pada alam semesta teryata ada dalam diri manusia
dan di antaranya sebagai berikut:
1.Golekana galihing kangkung:
Artine : ibarat sukma yang ada pada diri palaku mistis,sukma itu
ada tetapi sulit diketahui,seperti galih
kangkung,batang kangkung berlubang di
tengahnya,berbeda dengan pohon jati yang
tampak galihnya.itu berarti galih kangkung itu
sangat gaib.

2. Manuk mabur ngungkuli langit :
Artine : manusia dalam menjalankan mistis harus mengetahui di
mana tempat angin bersarang,ini ibarat dari tempat
persembuyian angin,yaitu jantung manusia,ketika
jantung manusia tidak berdenyut lagi,manusia
tidak mampu menghirup angin,berarti di telah
mati.

3.Golek geni adedamar lan golek banyu apikulan warih:
Artine : Mencari api berbekal api dan mencari air sambil membawa air,keduanya ibarat
asal-usul manusia,yakni memiliki anasir api dan
angin,dari anasir api manusia akan mengeluarkan
api yang berupa nafsu dan energi,dan dari anasir
airpun,manusia akan mengeluarkan air hal ini
sejajar dengan‘tirta kinemulan warih” yang artinya dalam diri kita yang terdapat sumber kekuatan
baik itu dari api maupun air.

Jika aku di bandingin dengan kamu, dia, mereka, apalagi Tuhan,,

aku iki ora ono opo-opone, sing aku iki wong biasa, wong apa adanya, wong lugu, jika di bandingin dengan yang lebih tinggi, .., Wong….bijaksana, wong objektif pikirane…

Maaf, aku ngomong jawane belepotan, namun kita semua sedulur…

= 07062014=

Advertisements