MAK LAMPIR, IBLIS AND THE FORCES

Mak Lampir, iblis and The forces

= Ryana =

“Mak Lampir” merupakan manusia yang mencari jalan untuk dapat hidup kekal abadi dan akhirnya bersekutu dengan iblis dan Setan untuk mewujudkan semuanya. “Lampir” hidup hingga ribuan tahun sehingga dijuluki“Mak Lampir”, berkelana dari Swarna Dwipa Hingga Jawa Dwipa dan akhirnya konon juga mendirikan kerajaan Iblisnya di Puncak Gunung Merapi Jawa. Dan untuk sosok (Datuk Panglima Kumbang), merupakan pimpinan dari pasukan harimau, konon sebelum menjadi “Mak Lampir” merupakan seorang putri yang mencintai sang Datuk, tetapi karena tidak disetujui orang tua nya akhirnya sang putri dibuang dan melakukan pertapaan di Gunung Marapi. Datuk Panglima Kumbang sebenarnya juga mencintainya, tetapi akhirnya dalam sebuah pertempuran Datuk meninggal, setelah itu “Lampir” dengan segenap kekuatannya menghidupkan kembali Datuk, tetapi Tuhan berkehendak Lain, setelah Datuk hidup kembali bukan cinta yang didapati Lampir, Datuk berpendapat bahwa Lampir adalah Setan dan penebar teror kepada masyarakat. itulah mula peperangan Gaib terjadi antara hitam dan putih. untuk cerita sembara dan grandong tidak ditemukan ceritanya, banyak masyarakat beranggapan kedua tokoh tersebut merupakan tokoh fiksi untuk menghidupkan Legenda ini dilayar kaca.

Antara Mak Lampir dan Iblis sebelumnya telah terjadi sebuah penjanjian. Mak lampir dengan segenap pasukan iblisnya selalu mengintai manusia-manusia yang memilki iman yang lemah, selalu lalai mengerjakan aturan perintah Tuhan untuk menyembah kepadaNYA, mudah diperbudak hawa nafsu, lebih mengutamakan kehidupan dunia, mudah putus asa, dll. Permusuhan Iblis kepada Adam as. dan anak keturunannya telah mulai berkobar sejak api kesombongan dan kedengkian tersulut dalam jiwanya yang kelam, tepatnya ketika Allah SWT memuliakan Adam as dengan perintah-Nya kepada para malaikat bersama Iblis untuk bersujud memuliakan Adam as, segenap malaikat tunduk patuh memenuhi titah Zat Yang Maha Agung. Namun, benih keangkuhan dan kecongkakan malah menyeret Mak Lampir dan Iblis dan pasukannya menuju jurang kekufuran hingga mendapat murka dan laknat Allah SWT sampai hari kiamat. Allah SWT berfirman:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah2 kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka, kecuali Iblis; dia enggan dan takabur dan dia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. Al-Baqoroh [2] 34)

Berawal dari kecongkakan inilah Mak Lampir and the gengs bersumpah untuk terus merekrut anak Adam bersamanya ke dalam jurang kenistaan dengan berbagai trik dan strategi, mulai dari jerat menuju jurang kekufuran sebagai dosa terbesar sampai jebakan-jebakan kecil untuk membunuh dan menyakiti anak cucu Adam As lainnya yang tak kalah membahayakan. Dia tidak akan berpindah dari jebakan pertama menuju jebakan selanjutnya melainkan ketika dia telah merasa gagal dalam usahanya tersebut.

Jerat dan Jebakan Iblis Bagi Anak Adam

Di antara jebakan yang iblis siapkan bagi anak keturunan Adam adalah:

    1. Jerat “kekufuran”

Jebakan ini merupakan rangkaian strategi utama bagi Mak Lampir, Iblis dan pasukannya dalam menjerumuskan manusia ke dalam neraka Jahannam dan dia tidak akan berpaling darinya melainkan setelah berhasil meraih tujuan tersebut hingga dia akan menjadikannya sebagai bala tentara yang akan membantunya melancarkan aksi selanjutnya, dan apabila seorang manusia telah masuk dalam perangkap ini maka berarti dia juga telah mendapat murka Allah SWT seperti yang dikehendaki Iblis atasnya.

Akan tetapi, bila Iblis gagal dalam jebakan ini, ia akan memasang jeratan yang kedua, dan itu ialah:

 

    2. Jerat “bid’ah”

Merupakan kenikmatan terbesar apabila seseorang bisa selamat dari dosa kekufuran dan kesyirikan. Namun, tatkala dia tetap teguh memeluk agama Islam, Mak Lampir, Iblis dan pasukannya pun tidak akan tinggal diam membiarkannya luput dari berbagai muslihatnya bahkan mereka berusaha menyesatkan anak cucu adam untuk melalaikan ajaran Allah SWT, dengan cara membawa mereka masuk kedalam Jerat bid’ah, adalah langkah awal yang akan dia pasang di tengah kaum muslimin dengan polesan yang menggiurkan. Sehingga tidak sedikit umat ini yang terperangkap dalam makar tersebut tanpa merasa bahwa dirinya telah terjerumus dalam pekatnya dosa ini. Maka pantaslah kalau Iblis lebih mengutamakan jerat bid’ah sebelum beranjak menuju jerat selanjutnya. Sufyan ats-Tsauri pernah mengatakan:

“Bid’ah itu lebih disenangi oleh Iblis daripada maksiat, karena pelaku maksiat lebih besar harapan untuk bertaubat. Berbeda dengan pelaku bid’ah, ia sukar untuk bertaubat.”

Tatkala seorang hamba mampu menepis serangan Iblis yang satu ini, Iblis akan melangkah menuju perangkap selanjutnya, yaitu:

    3. Jerat “dosa-dosa besar”

Bagi mereka yang telah selamat dari dua jerat utama di atas berupa seruan Mak Lampir, Iblis dan pasukannya menuju kekufuran dan kebid’ahan, maka permusuhan Iblis kepada anak cucu Adam as belum berakhir sampai di sini, namun di sana ia telah memasang jerat mematikan berikutnya yang tak kalah dahsyat, yaitu jerat menuju dosa-dosa besar. Mak lampir and the gengs dengan sekuat tenaga menteror bahkan menyesatkan anak cucu Adam As ke alam lembah penistaan, manusia yang sedang berdzikir dengan menyebut nama Allah dengan sengaja mereka menyesatkan dengan cara berdzikir menyebut nama hewan sebagai berhala yang mereka sembah. akibatnya lidah anak cucu Adam As menjadi tepeleset ke alam jurang penistaan tersebut. penistaan agama pun terjadi dimana-mana, salah satu contoh : Datuk Panglima Kumbang sempat mengajarkan kepada murid nya untuk selalu menyembah Allah SWT sebagai Tuhan, namun dengan adanya aksi teror dari Mak Lampir and the forces tersebut telah membawa manusia tersebut ke jurang penistaan, hingga manusia tersebut tergoda untuk berbuat menyetukutukan Allah Swt sebagai Tuhan mereka.

Meskipun banyak manusia yang menyadari akan bahaya dosa, namun tidak sedikit pula di antara mereka yang terjerembab dalam nistanya dosa ini, maka pantaslah jika Allah SWT berfirman memperingatkan hamba-Nya yang beriman untuk menjauhi dosa-dosa tersebut. Firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. (QS. An-Nur [24]: 21)

Tatkala Allah SWT telah menjaga hamba-Nya dari dosa ini dengan membukakan pintu taubat bagi mereka, maka jerat selanjutnya pun telah dipasang oleh Iblis berupa:

    4. Jerat “dosa-dosa kecil”

Kendati dosa ini tergolong dalam dosa-dosa kecil, ia tetap merupakan rangkaian maksiat kepada Allah SWT yang haram bagi seorang hamba untuk meremehkannya. Karena sesungguhnya bukanlah dosa kecil namanya jika dilakukan terus-menerus, sebagaimana pula tidak dinamakan dosa besar bila disertai dengan taubat dan istighfar.

Nabi Muhammad SAW pernah memperingatkan umatnya dari dosa-dosa yang banyak dianggap remeh oleh manusia dengan sabda beliau: “Hati-hatilah kalian dari dosa-dosa yang dianggap kecil.” Kemudian beliau akhiri dengan sabdanya: “Karena sesungguhnya dosa-dosa tersebut pastilah akan mencelakakan pelakunya kapan pun dia bergeming dengannya.”

Akan tetapi, bagi mereka yang diberi anugerah oleh Allah SWT untuk bisa menghindar dari serangan Iblis yang satu ini, maka hendaknya ia tetap mewaspadai serangan yang akan Iblis lancarkan berikutnya, berupa:

    5. Jerat “amalan mubah”

Seorang muslim yang telah mampu menghadapi berbagai serangan yang telah dilancarkan oleh Mak Lampir beserta Iblis dan bala tentaranya di atas belumlah tentu ia bisa selamat dari tipu daya selanjutnya, yaitu bisikan agar mereka menyibukkan diri dengan amalan-amalan mubah. Dan meskipun amalan ini hukum asalnya boleh, namun bagi mereka yang tersibukkan dengannya tentu akan banyak terluput dari amalan-amalan sunnah bahkan wajib, dan akhirnya kita akan menuai dosa dengan sebabnya. Kita berlindung kepada Allah SWT agar tidak termasuk di antara orang-orang yang terbuai dengan amalan-amalan mubah hingga melalaikan kewajiban dan sunnah Rosulullah SAW.

Seakan jebakan Mak Lampir beserta Iblis habis sampai di sini, namun ternyata Iblis masih memiliki jebakan model baru yang sangat jarang sekali orang yang menyadarinya yaitu:

    6. Jerat “amalan mafdhul”

Permusuhan belumlah berakhir sampai di sini, api dendam kesumat masih tetap membara dalam dada Mak lampir beserta Iblis terhadap anak turunan Adam as, bahkan saat inilah dia akan memasang jebakan yang teramat samar sehingga banyak manusia yang terjebak dalam jerat ini. Dan itu adalah bisikan supaya mereka menyibukkan diri dengan amalan yang mafdhul atau kurang utama, sehingga melalaikannya dari amalan-amalan yang lebih utama dan lebih berfaedah. Dan tidaklah ada orang yang mampu menerawang dan menghindari tipu daya ini melainkan mereka-mereka yang telah dikaruniai petunjuk berupa ilmu oleh Allah SWT untuk menimbang antara keutamaan amalan yang satu dengan amalan yang lainnya.

Walaupun sangat jarang yang selamat dari jebakan mematikan ini, namun ia bukanlah senjata pamungkas, bahkan Iblis masih mempunyai satu senjata lagi untuk ia gunakan:

    7. Jerat “gangguan lahiriyah”

Manakala seorang hamba mampu melepaskan diri mereka dari belitan dan jebakan Iblis yang telah dia pasang dari awal, maka saat itulah Iblis akan mengeluarkan senjata pamungkasnya berupa gangguan yang tidak ada seorang pun yang akan selamat darinya, sampai pun para nabi dan rosul. Dan dengan hal inilah Allah SWT akan menguji keimanan mereka. Akankah mereka tetap mempertahankan kemurnian iman mereka, ataukah mereka akan lepaskan begitu saja, lantaran tak sanggup lagi menghadapi berbagai cobaan tersebut? Cobaan dan ujian inilah yang dimaksudkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

Apakah manusia itu menghira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-‘Ankabut [29]: 2-3)

 

Jalan Keluar dari Kepungan Iblis

Sesungguhnya Mak Lampir beserta Iblis bersama bala tentaranya tidak akan pernah lengah dalam usahanya untuk menggelincirkan anak Adam menuju jurang api neraka. Dia akan mendatangi mereka dari segala arah sesuai dengan celah yang dia dapati dari kelalaian anak Adam atas dirinya sendiri. Allah SWT berfirman menceritakan ucapan Iblis:

“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al-A’rof [7]: 17)

Meskipun Iblis akan terus mendatangi manusia dari segala arah, akan tetapi Allah SWT juga telah memberikan jalan keluar bagi segenap hamba-Nya untuk bisa terlepas dari kepungannya. Firman-Nya:

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-A’rof [7]: 200)

Dan dalam banyak haditsnya Rosulullah SAW juga telah mengajarkan kepada kita bagaimana kita bisa terlepas dari tipu daya serta gangguan Iblis seperti perintah beliau supaya memperbanyak dzikir dan membaca al-Qur’an. segeralah bertobat wahai Mak Lampir, tinggalkanlah para iblis dan pasukannya agar engkau kembali ke jalan yang benar, jangan lagi engkau bebuat nista dengan selalu menyakiti bahkan membunuh anak cucu Adam As ke dalam lembah penistaan, jangan menganggap kalau engkau adalah Tuhan yang seenaknya memberi hukuman dengan menyakiti anak cucu Adam As dengan seenaknya saja, jauhkan rasa dengki dan busuk hatimu kepada anak cucu Adam As, begitulah seruan Datuk Panglima Kumbang. Wallohu Muwaffiq.

 

= RYANA =

.

Advertisements