MAK LAMPIR, IBLIS AND THE FORCES BAGIAN KE – II

TEATER RAKYAT

By. Ryana

Permusuhan Iblis dengan anak cucu Adam As sampai detik ini tak henti-hentinya bak seperti perang dunia ke 3, 4, 5, dst…., bak seperti dunia nyata dengan dunia goib, bak seperti dunia maya dengan dengan dunia antah berantah, seiring dengan pergantian musim, dan dentingan mesin waktu keabu-abuan saling menghiasi dunia layar kaca, dunia layar lebar, dunia layar tancap dan dunia ini panggung sandiwara begitu ibarat kata sang legendaris rocker  kita kang Mas Ahmad Albar,dkk.

 Alkessah di negeri  anak cucu Adam As, tinggal seorang perempuan tua  yang bernama Mak Lampir. “Mak Lampir” merupakan manusia yang mencari jalan untuk dapat hidup kekal abadi dan akhirnya bersekutu dengan iblis dan Setan untuk mewujudkan semuanya keinginannya. Sifat tamak Mak Lampir terhadap harta, dan kesombongannya merasa bahwa dirinya adalah Tuhan serta ambisinya ingin menyeret anak cucu Adam masuk kedalam lembah hitam kekuasannya, mak Lampir si penganut aliran sesat itu ingin mengikuti Pemilihan Calon Presiden Dunia Goib berpuluh-puluh ribu abad sebelum masehi, dengan membawa Misi “ Siapa yang hebat, siapa yang berkuasa, dialah yang menang “. Oleh sebab itu dianya berambisi untuk merekrut anak cucu Adam As agar memilih dirinya nanti menjadi seorang Presiden Dunia Goib dan Dunia antah berantah pada bepuluh-puluh ribu abad  sebelum masehi.

Alkessah di negeri tetangga hiduplah seorang anak laki-laki yang bernama Aria Wiguna yang tinggal bersama Sanak keluarganya. Dianya seorang anak yatim piatu yang diasuh oleh keluarga Baroto. Di Lingkungan anggota Keluarga Baroto tinggal seorang laki-laki tua yang bernama eyang Lemper. Eyang lemper ini punya sifat yang aneh, dia memiliki kebiasaan yang suka memakan apa saja yang menurut dia makanan tersebut mengandung goib, dianya suka berinteraksi dengan makhluk goib dari mana saja berada, memilki banyak teman goib namun selalu merasa sepi dalam kehidupan duniawi. Eyang Lemper ini di kenal dengan ciri khas ketawanya jika berbicara teman-teman goibnya, akibatnya dia semakin lama semakin ikut terseret ke lembah ajaran ilmu-ilmu hitam dan bergaul sampai ke pelosok tanah jawa hingga akhirnya berteman dengan sosok calon presiden Dunia Goib yaitu : Mak Lampir.

Aria Wiguna seorang laki-laki biasa-biasa saja, ia seorang anak yang pendiam, kritis dan Karyawan pada perusahaan swasta. Arya Wiguna adalah keponakan dari Eyang Lemper temannya Eyang Subur. Sehari-hari Eyang Lemper ini tidak bekerja, namun anehnya dia memilki banyak uang dan selalu membagi-bagikan apa yang dia milki ke orang lain. Eyang Lemper dan mak Lampir berkolaborasi  dengan Iblis dan bala tentaranya untuk menghancurkan anak cucu Adam As yang sedang menempuh jalan Spritual, serangan demi serangan mereka gencarkan guna menghancurkan benteng para pejalan Spritual yang sedang beribadah, berdzikir, bekerja, dan yang sedang melakukan transaksi jual beli di pasar maupun dunia perbankan.

Setelah sekian lama Mak Lampir mengalami kegagalan, dari mulai usahanya merebut kembali  simpatik dari Datuk Panglima Kumbang, hingga berusaha melancarkan serangan-serangan dan godaan dan serangan santet, teluh, tenung, menggerogoti rejeki  orang-orang yang sedang bekerja di perbankan, Pegawai dan lembaga Keuangan,  dan  lainnya, sampai dihancurkannya Kediaman Mak Lampir, akhirnya ia merasa bosan dan sangat murka. Lalu Mak Lampir pun meminta bantuan kepada semua sahabat serta teman seperguruannya Eyang lemper dan Eyang subur yang sama-sama menganut golongan sesat. Diantaranya adalah Nara Sura (Adik seperguruan Mak Lampir), Bajra Geni (Kakak seperguruan Mak Lampir), Siluman Buaya, para arwah penasaran leluhurnya, Siluman Kalong, Setan Utara, Putri Rembulan, Dewa Petir, dan Dewi Ulupi (Ratu Jin). Ia berencana mengajak bertarung secara Kesatria terhadap para Golongan Putih di suatu tempat. Dengan mengirimkan surat tantangan kepada dua orang yang menjadi incaran Mak Lampir selama ini, yaitu Tirta dan Ayu Wulandari.

Tirta adalah Bocah Bajang Lanang yang memiliki tanda Rah Cakra dipunggungnya. Dari itu Mak Lampir mengincar Tirta untuk dijadikan Tumbal. Tirta juga suami dari Citra Sena (Putrinya Gundala Seta), maka Citra Sena pun tidak ingin suaminya celaka. Ia segera meminta tolong kepada ayahnya untuk membantu suaminya. Gundala Seta adalah Pendekar yang sangat dikenal dan disegani oleh semua kalangan baik dari golongan hitam maupun putih. Ilmunya sangat tinggi.

Sedangkan Ayu Wulandari adalah Perawan Ontang-Anting yang lahir pada waktu bulan purnama. Ayu Wulandari juga merupakan Syarat Kedua setelah Tirta untuk menjadikan Mak Lampir sebagai Penguasa Bangsa Lelembut.

 Ayu Wulandari ialah putri dari Tumenggung Martoloyo, dan ia juga murid dari Kyai Jamas. Ayu wulandari pun meminta bantuan dan petunjuk dari gurunya, lalu Kyai Jamas menyarankan agar Jangan Takut untuk menghadapi tantangan Mak Lampir !!! Kyai Jamas tidak tinggal diam karena ia tahu selama ini Mak Lampir telah bersikap licik dan sangat Jahat. Ia pun meminta dukungan kepada para sahabatnya untuk memusnahkan Mak Lampir selama-lamanya. Diantaranya kepada Kyai Jumantoro, Kyai Jabat, Kalagondang, Nyi Parwati, Mahesa dan Blotong, Sekar Arum, dan Topeng Hitam.

Waktu yang ditentukan hanya tinggal 1 hari lagi. Mak Lampir tengah sibuk dengan segala persiapan dan strategi untuk menyergap para musuhnya. Ia meminta petunjuk dan bantuan kepada gurunya yaitu Eyang Pikulun / Eyang Detya Kala Mercu, karena ia tahu bahwa akan ada banyak musuh yang tidak diundang turut hadir dalam pertempuran tersebut, diantaranya Gundala Seta.

Pagi-pagi buta si Blotong sudah terbangun. Ia merasakan hari itu sangat membuatnya gelisah sekali. (mungkin belom makan) wkwkwkwkwk…. Maklum anaknya si Basir 😀 Lalu ia pergi untuk mencari makan dan sekaligus melatih kesaktiannya. Sementara Mahesa masih tertidur lelap.

 Sore harinya, Para golongan putih berkumpul dan bersiap pergi untuk menghadapi pasukan Mak Lampir. Dari Golongan Putih yang turut hadir diantaranya :

1.Kyai Jamas

2.Kyai Jumantoro

3.Kalagondang

4.Mahesa & Blotong

5.Topeng Hitam

6.Tirta dan Aria Wiguna

7.Citra Sena

8.Sekar Arum

Mak Lampir dan seluruh balad bantuannya juga tengah bersiap untuk menyerbu musuh-musuhnya. Diantaranya yang ikut adalah:

1.Mak Lampir

2.Gerandong

3.Siluman Buaya

4.Eyang Lemper dan Eyang Subur

5.Putri Rembulan

6.Setan Utara

7.Dewa Petir

8.Siluman Kalong

Sedangkan Nara Sura, Bajra Geni dan Dewi Ulupi bersembunyi dan memperhatikan untuk menopang Pasukan Mak Lampir jika keadaan memburuk. (Licik yaa ???)

Hehehehehehee………Qiqiqiqiqiqikkk…. Mak Lampir tertawa terbahak-bahak..!!! Akhirnya tiba saatnya mendapatkan apa yang aku inginkan dan sekaligus memusnahkan musuh-musuhku !! Terimalah ini… Chiaaaaatttt… Mak Lampir segera menyerang para Golongan Putih.

Pertempuran hebat pun terjadi di sebuah lapangan. Mak Lampir bertarung melawan Kyai Jamas. Si Gerandong baku hantam melawan Kyai Jumantoro, Siluman Buaya VS Kalagondang, Topeng Hitam VS Putri Rembulan, Tirta Melawan Dewa Petir, Mahesa & Blotong melawan Eyang Lemper, Citra Sena VS Setan Utara, dan Siluman Kalong melawan Sekar Arum.

Wahhh kalo live seru nih 😀 hahahahaa… Gw sih tetep Jagoin si Mahesa !! Ayo Mahesa Keluarin Cemeti Amarasullinya !!! Hajarrrrrr jangan dikasih ampun.

Pertempuran tersebut tengah berlangsung selama 4 hari 4 malam !!! Selama waktu tersebut, belum ada yang terbunuh satupun (so far so good) wkwkkwkwkwkwkk…..

Akhirnya, dari Pihak Mak Lampir sudah tumbang sebanyak dua orang yaitu Siluman Buaya dan Siluman Kalong. Dan dari Pihak Golongan Putih nyaris terbunuh dua orang juga, yaitu si Blotong dan Ayu Wulandari. Pertempuran masih tetap berlanjut. Fiuuhhh…….. untung Mahesa Strong !!! hahahaaa….

Tiba-tiba saja meluncur dengan cepat dari atas awan seperti meteor kepala Dewi Ulupi (Ratu Jin) yang tadi bersembunyi menghampiri Citra Sena. Praakk…. Buk… !!! Citra Sena terjatuh akibat diserang secara mendadak oleh Dewi Ulupi.

“Adik… !!! kamu tidak apa-apa??” teriak Tirta dengan cemas. Dan Tirta segera mengeluarkan seluruh kesaktiannya… Setelah Pedang Naga Angkasanya dicabut oleh Tirta, Dewa Petir Terhempas jatuh dan tewas !!! dengan segera Tirta menolong Istrinya. Lalu menghajar Dewi Ulupi dan Setan Utara hingga mereka tersungkur. (Maklum Naluri Seorang Suami 😀 )

Mak Lampir melihat gelagat buruk para pasukannya. Lalu ia meminta kedua saudaranya (Nara Sura dan Bajra Geni) yang tadi bersembunyi agar segera menghajar para musuh-musuhnya.

Wusshhhh…….. Nara Sura yang sangat sakti itu memukul Tirta dari belakang. Tirta pun terjatuh. (Wahh ??? Curang sih main belakang). Mahesa mengeluarkan Cambuk Wasiatnya lalu berusaha membunuh Eyang subur. Kemudian ia menolong Tirta. Mahesa dulu pernah bertempur dengan Nara Sura selama 2 hari 2 malam. Mahesa tau kalo Nara Sura Memiliki Ajian Rawa Rontek dan Pancasona. Makanya ia mengerti cara mengalahkan Nara Sura. Akhirnya Nara Sura Mati di tangan Mahesa dengan digantung diatas pohon tanpa menyentuh tanah dengan kondisi badan terbelah dua oleh Cambuk Wasiatnya.

Bajra Geni Menghajar Kalagondang hingga dia nyaris tewas. (Kasian kalagondang) Lalu Bajra Geni menyerang Mahesa. Karena Mahesa sudah kelelahan dan belum tau kelemahan Bajra Geni, ia sangat kewalahan menghadapinya. Mahesa nyaris tewas akibat terkena ajian yang dimiliki oleh Bajra Geni. Kemudian dengan cepat Nyi Parwati menolong Mahesa dari Ajian Bajra Geni. Setalah bertempur lama sekali, Nyi Parwati pun hampir kalah oleh Bajra Geni.

Melihat anak dan menantunya terluka, Gundala Seta pun turun tangan.. (Nah ini baru Cool) hehehehe….. dengan sekejap mata ia mencekik Bajra Geni hingga Bajra Geni Melebur bagaikan Abu. Mak Lampir tercengang melihat kehadiran Gundala Seta. Ia merasa tak akan mampu menghadapi musuh-musuhnya. Setelah itu Gundala Seta Menghabisi Gerandong !!

Disaat Putri Rembulan yang tengah terluka oleh Topeng Hitam, tiba-tiba saja datang lagi dua bayangan putih langsung menghajar Topeng Hitam. Ternyata itu adalah Gurunya Putri Rembulan (Nyi Waring Ireng) dan Kakak seperguruannya Samal Palla. Makin Banyak aja musuhnya nih??? Topeng Hitam terluka akibat terkena pukulan beracun. Nyi Waring Ireng sangat murka dan segera menghujamkan tombak saktinya ke arah Topeng Hitam, namun tiba-tiba Nyi Waring Ireng Terpental jauh sekali. Siapa lagi yang datang? Rupanya Pengemis Tangan Seribu pun tidak melewatkan Pertempuran ini. Pengemis Tangan Seribu Menghajar Nyi Waring Ireng hingga jatuh dengan Luka Serius….. Sedangkan kakanya, Samal Palla bertempur melawan Gundala Seta.

Kyai Jamas menolong Ayu Wulandari yang terluka. Sementara Mak Lampir ikut membantu melawan Gundala Seta yang amat tangguh. Gundala seta dikeroyok oleh Mak Lampir, Samal Palla, dan Dewi Ulupi. Pertarungan Gundala Seta melawan musuhnya berjalan dengan menyeramkan… Samal Palla Tewas ditangan Gundala Seta dan Mak Lampir pun terluka. Sedangkan Dewi Ulupi Tewas ditangan Pengemis Tangan Seribu.

Lalu Mak Lampir Berkomat-Kamit meminta Bantuan Gurunya (Eyang Detya Kala Mercu). Hingga akhirnya dia datang. Gundala Seta terkaget melihat makhluk besar seperti Raksasa yang tidak bisa disentuh oleh pukulannya. Eyang Pikulu tertawa sangat keras hingga telinga Gundala Seta dan Pengemis Tangan Seribu kesakitan. Mak Lampir pun ikut tertawa… Heheheheheheheee……

Dengan cepat Mak Lampir menyerang Tirta yang tengah terluka. Namun tidak lama kemudian, muncul seorang pria menghajar Mak Lampir. Mak Lampir melotot melihat orang itu. Siapa kau ??? ikut campur urasanku !!! teriak Mak Lampir. Lalu Pria itu menjawab, “Hey Lampir !! Aku Radyatia (Ki Panut) Guru dari Tirta. Bocah yang kau incar selama ini untuk kau jadikan tumbal. Kalau kau ingin membunuh dia, kau juga harus membunuhku…!!! Bagaimana Lampir, Apa kau sanggup???” Ledek Ki Panut (gurunya Tirta). Mak Lampir bangun lalu menyerang Ki Panut. Namun dengan satu jurus saja Mak Lampir tersungkur dan terluka parah hingga tidak bisa bicara.

Melihat Gundala Seta dan Pengemis Tangan Seribu yang kuwalahan melawan Eyang Detya Kala Mercu, Ki Panut pun membantunya. Namun ternyata memang sangat sulit mengalahkan Eyang Detya Kala Mercu (Gurunya Mak Lampir). Pertarungan semakin seru saja.. Gundala Seta, Ki Panut dan Pengemis Tangan Seribu mengerahkan semua ajian dan kemampuan mereka hingga ajian mematikan yg dimiliki oleh Ki Panut mampu membuat Eyang Pikulun terluka. Tetapi memang Lawan mereka teramat sangat sakti. Dia mampu bangkit dan membuat ketiganya terluka.

Sampai akhirnya Kyai Jabat (Gurunya Sembara) Pemilik Cemeti Ama Rasulli yang dibawa oleh Mahesa (Anak Sembara), datang ditengah-tengah pertempuran. Ia membantu Golongan Putih untuk mengalahkan Eyang Detya Kala Mercu, Iblis dari Segala Raja Iblis.

Eyang Detya Kala Mercu pun lenyap musnah oleh Doa-doa Kyai Jabat !!! Aria Wiguna Dan Golongan Putih akhirnya memenangkan pertempuran tersebut. Demi,,,,,,,,,,,Tu…………….haaaaaannnn !!!!!!!!!!. Horeeeeeee ….

kwkwkwkwkwk…

Bukankah Kita semua setuju kalo kebenaran itu pasti akan selalu menang???

Ada yang Setuju…..???

 

= Ryana =