ADAB SEORANG MUSLIM KETIKA SEDANG BERDO’A

Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Para pembaca Blog Kampoeng Celoteh Kita yang saya mulyakan, dalam kehidupan sehari – hari kita manusia tak luput dari berbagai macam persoalan/masalah yang sedang dihadapi. Apakah itu masalah pekerjaan, masalah Rejeki yang kurang lancar, masalah penyakit yang diderita, masalah hubungan asmara, masalah keluarga dengan sanak saudara/kerabat/atasan dan masih banyak lagi masalah-masalah/kemelut hidup yang barangkali sulit untuk kita pecahkan sendiri, dimana masalah tersebut membutuhkan sebuah petunjuk, membutuhkan solusi, membutuhkan pemikiran-pemikiran yang matang agar segala persoalan yang ada dapat terselesaikan dengan baik dan mendapatkan Ridho dari Allah SWT. Oleh sebab itu saya sebagai Insan yang tentunya pernah bahkan seringkali mendapatkan masalah ingin berbagi kepada pembaca KCK untuk memberikan sedikit pengetahuan saya Tata Cara bagaimana Adab seorang muslimin dan muslimah itu ketika berhadapan dengan Sang Jabbar sembari mengulurkan tangan untuk meminta sebagai permohonan yang kita namakan dengan DO’A. Namun sebelum kita menengadahkan tangan kita, hendaknya terlebih dahulu kita harus memperhatikan Adab-adab yang harus diperhatikan dalam berdoa. Yakni :

.

Bismillahirrohmaanirrohiim,,,

.

ADAB-ADAB YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM BERDOA

.

·         ** Bersuci. Cara seperti ini lebih afdhal. Dalam berdoa, ada beberapa perkara dan adab yang harus diperhatikan oleh seseorang, sehingga doanya mustajab.

.

Pertama : Memasang niat yang benar. Seseorang yang berdoa, hendaklah meniatkan dalam doanya tersebut untuk menegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menggantungkan kebutuhannya kepadaNya. Karena siapa saja yang mengggantungkan hajatnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , niscaya ia tidak akan rugi selama-lamanya.

 

Kedua : Berdoa dalam keadaan Hanya saja, jika seseorang berdoa dalam kondisi tidak berwudhu’, maka hal itu tidak mengapa.

 

Ketiga : Meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menengadahkan telapak tangan. Jangan meminta kepada hal-hal yang berbau Syirik atau menyekutukan Allah.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

إِذَاسَأَلْتُمُاللَّهَفَاسْأَلُوهُبِبُطُونِأَكُفِّكُمْوَلَاتَسْأَلُوهُبِظُهُورِهَا

Jika engkau meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , maka mintalah dengan menengadahkan telapak tangan, dan janganlah engkau memintanya dengan menengadahkan punggung telapak tangan.

Kaifiatnya adalah, dengan mengarahkan telapak tangan ke wajah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Atau dengan cara mengangkat tangan hingga nampak putih ketiaknya (bagian dalam ketiaknya). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَامِنْعَبْدٍيَرْفَعُيَدَيْهِحَتَّىيَبْدُوَإِبِطُهُيَسْأَلُاللَّهَمَسْأَلَةًإِلَّاآتَاهَاإِيَّاهُ

(Tidaklah seorang hamba mengangkat kedua tangannya hingga nampak ketiaknya dan memohon suatu permohonan, kecuali Allah mengabulkan permohonannya itu). Cara seperti menunjukkan ketergantungan seorang hamba kepada Allah, kebutuhannya kepada Allah, dan permohonannya yang sangat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Keempat : Memulai dengan mengucapkan hamdalah dan puji-pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Cara seperti ini menjadi sebab lebih dekat kepada terkabulnya doa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya dan dia tidak mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala , tidak bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang ini terburu-buru,” kemudian Rasulullah memanggilnya dan bersabda :

.

إِذَاصَلَّىأَحَدُكُمْفَلْيَبْدَأْبِتَحْمِيدِاللَّهِوَالثَّنَاءِعَلَيْهِثُمَّلْيُصَلِّعَلَىالنَّبِيِّصَلَّىاللَّهمعَلَيْهِوَسَلَّمَثُمَّلْيَدْعُبَعْدُبِمَاشَاءَ

.

Jika salah seorang dari kalian shalat, hendaklah ia memulainya dengan mengucapkan hamdalah serta puja dan puji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , kemudian bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , setelah itu ia berdoa dengan apa yang ia inginkan.

.

Kelima : Bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Jika ia meninggalkan shalawat atas Nabi, doanya bisa terhalang. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Semua doa terhalang, sehingga diucapkan shalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

.

Keenam : Memulai berdoa untuk diri sendiri terlebih dahulu. Demikian ini yang diisyaratkan dalam al Qur`an, seperti ayat:

 

رَبِّاغْفِرْلِيوَلِوَالِدَيَّ

.

Ya Rabb-ku! Ampunilah aku, dan ibu bapakku …… [Nuh/71 : 28].

 

Ketujuh : Bersungguh-sungguh dalam meminta. Janganlah seseorang ragu-ragu dalam doanya, atau ia mengucapkan pengecualian dengan mengucapkan “jika Engkau berkehendak ya Allah, berikanlah kepadaku ini dan ini”. Doa seperti itu dilarang, karena tidak ada sesuatupun yang dapat memaksa kehendak Allah.

 

Kedelapan : Menghadirkan hati dalam berdoa. Seorang hamba, hendaklah menghadirkan hati, memusatkan pikiran, mentadaburi doa yang ia ucapkan, serta menampakkan kebutuhan dan ketergantungannya kepada Allah. Janganlah ia berdoa dengan lisannya, namun hatinya entah kemana. Karena doa tidak akan dikabulkan dengan cara seperti itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 

ادْعُوااللَّهَوَأَنْتُمْمُوقِنُونَبِالْإِجَابَةِوَاعْلَمُواأَنَّاللَّهَلَايَسْتَجِيبُدُعَاءًمِنْقَلْبٍغَافِلٍلَاهٍ

.

Berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , sementara kalian yakin doa kalian dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah.

.

Kesembilan : Berdoa dengan kata-kata singkat dan padat, serta doa-doa yang ma’tsur. Tidak syak lagi, kata-kata yang paling padat dan paling singkat dan paling agung berkahnya adalah, doa-doa yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Doa-doa seperti itu banyak terdapat di dalam buku-buku As Sunnah.

 ‘

Kesepuluh : Bertawasul dengan nama dan sifat-sifat Allah. Allah Ta’ala berfirman:

 

وَلِلَّهِالْأَسْمَاءُالْحُسْنَىٰفَادْعُوهُبِهَا

Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asma-ul husna itu … … [al A’raf/7 : 180].

.

Atau seseorang bertawasul dengan amal shalih yang telah dia lakukan, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang mashur tentang tiga orang yang terperangkap di dalam goa. Atau bertawasul dengan doa orang shalih yang mendoakan untuknya. Dalil-dalil yang menunjukkan hal ini banyak ditunjukkan di dalam al Qur`an maupun Sunnah Nabi.

.

Kesebelas : Memperbanyak ucapan “Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلِظُّوابِيَاذَاالْجَلَالِوَالْإِكْرَامِ

Ulang-ulangilah ucapan Yaa Dzal Jalaali Wal Ikraam.

Yaitu selalu ucapkan dan perbanyaklah dalam doa-doa kalian. Karena hal itu merupakan kata-kata pujian yang sangat tinggi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling agung. Dengan memperbanyak membacanya akan membantu terkabulnya doa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Keduabelas : Mencari waktu-waktu yang mustajab dan tempat-tempat yang utama. Ada beberapa waktu dan tempat-tempat yang utama, sebagaimana telah disebutkan di dalam nash-nash. Orang yang berdoa, sebaiknya mencari waktu tersebut dan memperbanyak doa pada waktu-waktu tersebut. Di antara waktu-waktu yang utama dan mustajab adalah, waktu antara adzan dan iqamah, di dalam shalat, setelah selesai mengerjakan shalat-shalat fardhu, pada waktu sore hari, ketika berbuka puasa, di bagian akhir malam, dan sesaat pada hari Jumat -yaitu saat-saat terakhir pada hari Jumat- dan hari-hari di bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, pada hari ‘Arafah, pada waktu mengerjakan haji, di sisi Ka’bah, serta waktu-waktu dan tempat-tempat lainnya yang disebutkan di dalam atsar.

Ketigabelas : Memperbanyak doa pada saat-saat lapang. Upaya ini agar Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan permintaannya pada saat-saat sempit. Karena termasuk hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala tatkala mentakdirkan suatu bala (musibah), bahwasanya Allah menyukai mendengarkan rintihan hambaNya kepadaNya. Allah senang melihat para hamba kembali kepadaNya pada saat-saat sempit dan tercekam. Namun apabila seorang insan itu bertadharru’ pada saat-saat ia lapang, maka akan segera dikabulkan baginya permintaan-permintaannya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan :

مَنْسَرَّهُأَنْيَسْتَجِيبَاللَّهُلَهُعِنْدَالشَّدَائِدِوَالْكَرْبِفَلْيُكْثِرِالدُّعَاءَفِيالرَّخَاءِ

Barangsiapa yang suka Allah mengabulkan doanya pada saat-saat sempit dan kesulitan, maka hendaklah ia banyak-banyak berdoa pada saat-saat ia lapang.

= RYANA =

 

Advertisements