KUNCI-KUNCI RIZKI

1. Membiasakan diri dalam keadaan beribadah kepada Allah

“Wahai Hamba-hambaku, hendaknya kalian memenuhi waktu (fokus) dengan ibadah, kalau kalian melakukannya Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiran kalian.” (HR Ahmad & Tirmidzi)

Kita semua tentu sudah tahu bahwa tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Dalam Islam ibadah tidak hanya sebatas sholat 5 waktu saja. Ada banyak ibadah-ibadah yang disunnahkan, dan ada banyak hal baik yang bisa kita niatkan untuk mencari keridhoan Allah. Sesuai dengan Hadis Qudsi di atas, jika kita memenuhi waktu dengan ibadah maka Allah akan memenuhi dada kita dengan kekayaan dan Allah akan menutupi kefakiran kita.

Jika ingin membaca lebih lanjut mengenai keterkaitan rezeki dengan ibadah, anda bisa membacanya pada tautan berikut :
menyingkirkan kefakiran dengan beribadah kepada Allah

2. Taubat dan perbanyak istighfar

“… dan seorang hamba dicegah baginya rezeki karena dosa yang dibuatnya.” (HR at-Tirmizi)
Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa dosa itu menghalangi turunnya rezeki. Jadi ada aktivitas-aktivitas maksiat yang apabila kita kerjakan ternyata menjadi penghambat turunnya rezeki. Oleh karenanya taubat dan istighfar atas maksiat dapat membuka hambatan-hambatan aliran rezeki.

InsyaAllah pemaparan lebih lanjut mengenai dosa dapat menghambat turunnya rezeki akan dibahas pada lain kesempatan.

Adapun secara khusus Allah dalam al-Qur’an menjelaskan perihal istighfar sebagai solusi rezeki dalam surat Nuh ayat 10-12.

Dan ini adalah salah satu amalan yang dijamin oleh Allah sendiri dan ditegaskan dalam al-Qur’an. Oleh karena itu tidak ada keraguan sedikitpun mengenai istighfar.

“Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (melimpah ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).” (QS Nuh : 10 – 12)

“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (HR Ahmad & Abu Daud)

Mengenai penjelasan tentang istighfar sebagai solusi rezeki sudah dibahas sedikit banyak pada blog ini. Diantaranya bisa dibaca pada tautan berikut :
Istighfar : solusi segala masalah

3. Menjaga diri agar senantiasa bertakwa

“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. …” (QS Ath Thalaaq : 2-3)

Al Hafidz Ibnu Katsir berkata,”Maknanya, barangsiapa bertaqwa kepada Alloh dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, niscaya Alloh akan memberi-nya jalan keluar serta rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari arah yang tidak pernah terlintas dalam benaknya.”
(Tafsir Ibnu Katsir, QS. Ath Tholaq : 2-3).

Jadi, orang yang membangkang perintah Alloh Subhanahu wa Ta’laa serta melakukan apa yang dilarang-Nya, dia bukanlah termasuk orang-orang yang bertaqwa. Orang yang menceburkan diri ke dalam maksiat, sehingga ia pantas mendapat murka Alloh Subhanahu wa Ta’laa, maka ia telah mengeluarkan dirinya dari barisan orang-orang yang bertaqwa.

4. Belajarlah tawakkal kepada Allah
“… Barang siapa bertawakal kepada Allah , niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluannya)” (QS Ath-Thalaaq: 3)

“Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan Kami beri rizki sebagaimana burung diberi rizky. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.”
(HR Ahmad).

5. Melajutkan Haji dengan Umroh atau sebaliknya
Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وِالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
“Lanjutkanlah haji dengan umroh atau sebaliknya. Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana api dapat mengilangkan kotoran besi.”
(HR. An Nasa’i)

6. Jangan malas mendirikan sholat sunnah dhuha

“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (HR al-Hakim dan Thabrani)

7. Mulailah memperhatikan kebutuhan orang-orang tak mampu
“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu.” (HR Bukhari)

“Barangsiapa ingin agar do’anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya diangkat hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan.” (HR Ahmad)

8. Jika kita mampu untuk membantu, maka bantulah saudara kita yang membutuhkan

“Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah akan menunaikan hajatnya…” (HR Muslim)

9. Sering-seringlah bersedekah walaupun sedikit

Nabi SAW bersabda kepada Zubair bin al- Awwam: “Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki hamba itu dibentangkan di Arsy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.” (HR ad-Daruquthni dari Anas r.a.)

10. Mulailah untuk lebih sering menjalin silaturahmi

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya.” (HR Bukhari Muslim)

Jalinlah silaturahmi bukan hanya kepada kawan-kawan lama saja, tetapi juga kepada orang-orang yang sukses, orang-orang alim, dan para pemimpin yang hanif (baik) agar mereka menularkan kebajikan, kesuksesan,dan iringan doa yang tulus kepada anda. Bila perlu anda bikin jadwal mingguan untuk silaturahmi kepada saudara, sepupu, teman, ulama, atau orang-orang yang ingin anda belajar dari mereka.

11. Jangan Sepelekan Kekuatan Doa

Ada beberapa doa yang diajarkan dari lisan Nabi SAW sendiri yang bisa digunakan untuk melapangkan rezeki, menolak kefakiran, agar dapat melunasi hutang, dsb.

Ada pula asma ul husna. Nama-nama terbaik milik Allah yang kita dianjurkan untuk memohon kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut.

Pergunakanlah asma ul husna dan doa-doa tuntunan Nabi agar Allah berkenan untuk memudahkan rezeki kita. Apabila kita tidak hafal dengan lafadz doa dari Nabi, maka bolehlah kita memohon dengan menggunakan lisan kita sendiri. Namun jangan memohon yang didalamnya terkandung keburukan.

Silakan apabila ingin membaca artikel Kunci Terkabulnya Doa

12. Membaca ayat-ayat dan surat-surat al-Qur’an yang berkaitan dengan masalah rezeki

Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waaqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203)

Membaca ayat At-Thalaq : 2-3 atau yang juga dikenal sebagai ayat seribu dinar. Adapun mengenai tata caranya tautan berikut mungkin bisa menjadi referensi bacaan : Cara Mengamalkan Ayat 1000 Dinar

Ada beberapa hadis yang menyatakan keutamaan membaca surat-surat al-Qur’an tertentu dan ayat-ayat al-Qur’an tertentu. Diantaranya ada hadis yang menyatakan keutamaan membaca surat tertentu untuk urusan rezeki. Salah satunya adalah hadis untuk membaca surat al-waaqi’ah setiap malam agar terhindar dari kefakiran. Meskipun beberapa ulama melarang mengamalkan karena kedudukan hadisnya yang tidak mencapai kedudukan shohih, namun tidak sedikit pula ulama yang membolehkan mengamalkan dengan hadis yang dhoif dalam fadhailul a’mal (amal-amal utama), akhlaq, kelembutan hati, dan semisalnya. Diantaranya adalah Imam an-Nawawi. Dalam hal ini beliau berkata :

Para ulama telah sepakat bahwa bolehnya beramal dengan hadits-hadits dhaif dalam masalah fadhailul a’mal .. (Muqadimah Al Arbain An Nawawiyah)

Namun jika anda tidak mengamalkannya pun tidak mengapa.

13. Mulai sekarang perbanyaklah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW
“Barangsiapa bershalawat kepadaku (Muhammad) sekali saja niscaya Allah akan membalasnya dgn shalawat sepuluh kali lipat.” (HR. Al Hakim)
Sholawat membuka pintu rahmat Allah SWT bagi mereka yang sering membacanya dan merupakan pelicin bagi doa yang kita panjatkan agar segera dikabulkan.

Tidak sedikit pula dari hamba-hamba Allah yang merasakan keberkahan karena seringnya bersholawat kepada Nabi. Yang mungkin kedepannya akan dipaparkan dalam blog ini juga insyaAllah.

14. Tingkatkan bakti kita kepada orang tua
“Barang Siapa yang berbakti kepada ibu bapaknya maka kebahagiaanlah buatnya dan Allah akan memanjangkan umurnya.” (HR Abu Ya’ala, at-Tabrani, al-Asybahani dan al-Hakim).

Mendoakan orang tua juga menjadi sebab mengalirnya rezeki, berdasarkan sabda Nabi SAW: “Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya niscaya terputuslah rezeki (Allah ) untuknya.” (HR al-Hakim dan ad-Dailami)

15. Dirikanlah shalat tahajud

Shalat Tahajud yang didirikan di 1/3 malam akhir akan mendekatkan kita kepada Allah SWT. Hamba yang dekat kepada Allah doanya lebih mustajab dan diperhatikan. Dalam sebuah hadis juga disebutkan bahwa waktu sahur atau 1/3 malam akhir adalah termasuk waktu mustajabnya doa. Oleh karenanya mohonlah rezeki yang halal dan berkah pada waktu ini.

16. Perhatikanlah waktu subuh

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad dan al-Baihaqi, diceritakan bahwa ketika Råsulullåh pulang dari shalat Subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati putrinya, Fatimah, masih tidur-tiduran. Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan putrinya itu sembari berkata, ”Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah membagikan rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.”

17. Jika Mungkin, lakukanlah hijrah

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. An-Nisa : 100)

Dalam hal ini ada yang berpendapat jika susah mencari rezeki di suatu daerah maka hijrahlah ke daerah lain, atau dengan kata lain : merantau. Namun ada yang berpendapat hijrah dari kondisi maksiat dan fasik ke kondisi Islam. Kami sependapat dengan kedua pendapat tersebut.

18. Syukuri setiap nikmat walaupun hanya nikmat kecil

Inilah kunci menikmati hidup. Belajarlah untuk fokus hanya kepada nikmat yang telah Allah berikan, jangan lagi fokus anda tergelincir ke hal-hal negatif niscaya nikmat akan semakin terasa nikmat.

“..Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Luqman : 31)

Silakan untuk mengiringi ikhtiar anda dalam menjemput rezeki Allah dengan amal-amal ibadah seperti di atas. Amal-amal diatas pasti mujarab dalam melancarkan rezeki. Enaknya lagi dunia dapat, akherat dapat.

Wallahu a’lam bishowab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s