TERAWANGAN KI JOKO KENDIL MENGENAI HILANGNYA AIR ASIA QZ8501

 

KJK

Ki Joko Kendil Dapat Pesan Gaib Sebelum AirAsia Hilang

Liputan6 RSS 12-29 22:54

KJK1

Liputan6.com. Sis and Bro, benar atau ngga nya terawangan berikut ini ngga tau lah ya. Karena semua itu hanya Allah yang tahu. Tuhan yang Maha Kuasa, dialah yang menggerakkan, yang maha membolak-balikkan segala hal yang terjadi di dunia ini. Segala yang terjadi adalah melalui takdirNYA. jika dia mengizinkan maka akan terjadilah. Kita sebagai manusia naif hanya bisa berikhtiar dan berdoa mencari saudara-saudara kita yang hilang ngga tahu dimana rimbanya, ngga tahu bagaimana pula nasibnya. Pasrahkan dan serahkan kepada yang diatas. semoga Allah bisa memberikan petunjuk dimana keberadaan mereka. sambil memasrahkan diri, berikhtiar dan berdoa juga, kita ikuti dan membantu bagaimana perkembangan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang beberapa hari yang lalu.

Jakarta Pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura, dinyatakan lost contact, Minggu (28/12/2014). Hingga saat ini, pesawat beserta penumpangnya belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim Basarnas. Seorang Paranormal Ki Joko Kendil mengaku sudah memiliki firasat akan hilangnya pesawat tersebut.

“Jadi malam sebelum kejadian, saya sudah dapat firasat. Saya tiba-tiba menggambar sebuah pesawat di kertas. Kok tiba-tiba pesawat, ada apa ini? Kalau memang mau terbang ya terbang, nggak ya nggak,” ujar Joko Kendil saat dihubungi Liputan6.com via telepon, Senin (29/12/2014)

Tak hanya menggambar sebuah pesawat, Joko Kendil juga secara gaib tiba-tiba menulis sebuah kalimat yang berisi sebuah pesan seperti akan berpamitan. “Saya ini sudah tua, sebentar lagi masuk gua, tidak kuat hidup di dunia. Gusti Allah, saya minta maaf, semoga pesawat dirgantara tidak terjadi apa-apa, semoga bisa ditemukan,” ujarnya seperti tertulis dalam secarik kertas.

Paranormal yang sering mengisi program acara Mitos Urban di Liputan6.com ini berharap bisa pesawat bisa segera ditemukan. Saat disinggung penyebab hilangnya pesawat AirAsia tersebut, Joko Kendil mengatakan jika pesawat telah jatuh ke laut.

“Pesawat terkunci, dan jatuh ke laut. Posisi sekarang ada di dalam laut di antara selat, antara Pontianak dan Belitung. Persisnya, Pontianak agak ke utara,” ujarnya.

Berdasarkan penerawangannya, Joko Kendil melihat jika pesawat mengalami permasalahan saat menghadapi angin. “Jadi pesawat karena angin besar itu, pesawat nggak bisa menghindari dan ketinggian pesawat melebihi ketinggian pesawat standar. Sebenarnya bisa dihindari, tapi karena alamnya yang begitu hebat jadi susah,” pungkasnya.

Bagaimana menurut anda ? Percaya atau ngga nya itu semua tergantung kepada masing-masing kita bagaimana menilainya, memahaminya dari berbagai sudut pandang yang berbeda pula tentunya. Solusinya ??? Berikhtiar dan berdoa. rasa sedih yang mendalam, juga turut kita rasakan takdir dari yang Maha kuasa.

Wallahu’alam bissawab (والله أعلمُ بالـصـواب) = dan Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya (and Allah knows the right).

KERAPAN SAPI IKON BUDAYA MADURA YANG MENDUNIA

suku madura

Gambar 1: Orang Madura yang berciri khas dengan gaya berkumis melintang dan senjata tradisionalnya

SALAM BUDAYA NUSANTARA
(Regards  Cultural Archipelago…)
Pembaca KCK yang budiman, kali ini saya akan mengunjungi Saudara kita yang berada di daerah Madura, yakni nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Provinsi Jawa Timur. Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.025km2 (lebih kecil daripada pulau Bali).
.
(“Madura” redirects here. For the southern Indian city, see Madurai. For the holy city in Northern India, see Mathura. For other uses, see Madura (disambiguation). Madura is an Indonesian island off the northeastern coast of Java. The island comprises an area of approximately 4,078.67 km² (administratively 5,025  km² including various smaller islands to the east and north). Madura is administered as part of the East Java province. It is separated from Java by the narrow Strait of Madura. The administered area has a density of 720.9 people per km², while the island itself (3,332,284 people in 2010 count) is higher at 817/km².)
 
Topografi madura ( Topography of Madura )
Topografi Peta Madura
 
.
Pulau Madura bentuknya seakan mirip badan Sapi, terdiri dari empat Kabupaten, yaitu : Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Madura, Pulau dengan sejarahnya yang panjang, tercermin dari budaya dan keseniannya dengan pengaruh islamnya yang kuat.Pulau Madura didiami oleh suku Madura yang merupakan salah satu etnis suku dengan populasi besar di Indonesia, jumlahnya sekitar 20 juta jiwa. Mereka berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Sapudi, Raas, dan Kangean. Selain itu, orang Madura banyak tinggal di bagian timur Jawa Timur biasa disebut wilayah Tapal Kuda, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi. Orang Madura yang berada di Situbondo dan Bondowoso, serta timur Probolinggo, Jember, jumlahnya paling banyak dan jarang yang bisa berbahasa Jawa, juga termasuk Surabaya Utara ,serta sebagian Malang .Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan, masyarakat Madura juga dikenal hemat, disiplin, dan rajin bekerja keras (abhantal omba’ asapo’ angen). Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan masyarakat Madura, mereka memiliki sebuah falsafah: katembheng pote mata, angok pote tolang. Sifat yang seperti inilah yang melahirkan tradisi carok pada sebagian masyarakat Madura.
.
Suku Madura merupakan etnis dengan populasi besar di Indonesia, jumlahnya sekitar 20 juta jiwa. Mereka berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya, seperti Gili Raja, Sapudi, Raas, dan Kangean. Selain itu, orang Madura banyak tinggal di bagian timur Jawa Timur biasa disebut wilayah Tapal Kuda, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi. Orang Madura yang berada di Situbondo dan Bondowoso, serta timur Probolinggo, Jember, jumlahnya paling banyak dan jarang yang bisa berbahasa Jawa, juga termasuk Surabaya Utara ,serta sebagian Malang .
Madura memiliki satu budaya yang cukup unik, sejenis balapan tapi menggunakan sapi sebagai “mobilnya”, namanya adalah Kerapan Sapi. Ini adalah sedikit ulasan dari saya mengenai kerapan sapi.
.
karpi3

Gambar 2: Persiapan menjelang perlombaan

 .
madura1

Gambar 3 : Peserta sedang mengikuti lomba Karapan Sapi

 Kerapan atau karapan sapi adalah satu istilah dalam bahasa Madura yang digunakan untuk menamakan suatu perlombaan pacuan sapi. Ada dua versi mengenai asal usul nama kerapan. Versi pertama mengatakan bahwa istilah “kerapan” berasal dari kata “kerap” atau “kirap” yang artinya “berangkat dan dilepas secara bersama-sama atau berbondong-bondong”. Sedangkan, versi yang lain menyebutkan bahwa kata “kerapan” berasal dari bahasa Arab “kirabah” yang berarti “persahabatan”. Namun lepas dari kedua versi itu, dalam pengertiannya yang umum saat ini, kerapan adalah suatu atraksi lomba pacuan khusus bagi binatang sapi. Sebagai catatan, di daerah Madura khususnya di Pulau Kangean terdapat lomba pacuan serupa yang menggunakan kerbau. Pacuan kerbau ini dinamakan mamajir dan bukan kerapan kerbau.
Asal usul kerapan sapi juga ada beberapa versi. Versi pertama mengatakan bahwa kerapan sapi telah ada sejak abad ke-14. Waktu itu kerapan sapi digunakan untuk menyebarkan agama Islam oleh seorang kyai yang bernama Pratanu. Versi yang lain lagi mengatakan bahwa kerapan sapi diciptakan oleh Adi Poday, yaitu anak Panembahan Wlingi yang berkuasa di daerah Sapudi pada abad ke-14. Adi Poday yang lama mengembara di Madura membawa pengalamannya di bidang pertanian ke Pulau Sapudi, sehingga pertanian di pulau itu menjadi maju. Salah satu teknik untuk mempercepat penggarapan lahan pertanian yang diajarkan oleh Adi Polay adalah dengan menggunakan sapi. Lama-kelamaan, karena banyaknya para petani yang menggunakan tenaga sapi untuk menggarap sawahnya secara bersamaan, maka timbullah niat mereka untuk saling berlomba dalam menyelesaikannya. Dan, akhirnya perlombaan untuk menggarap sawah itu menjadi semacam olahraga lomba adu cepat yang disebut kerapan sapi.
.
Macam-macam Kerapan Sapi:
Kerapan sapi yang menjadi ciri khas orang Madura ini sebenarnya terdiri dari beberapa macam, yaitu:
1. Kerap Keni (kerapan kecil)
Kerapan jenis ini pesertanya hanya diikuti oleh orang-orang yang berasal dari satu kecamatan atau kewedanaan saja. Dalam kategori ini jarak yang harus ditempuh hanya sepanjang 110 meter dan diikuti oleh sapi-sapi kecil yang belum terlatih. Sedangkan penentu kemenangannya, selain kecepatan, juga lurus atau tidaknya sapi ketika berlari. Bagi sapi-sapi yang dapat memenangkan perlombaan, dapat mengikuti kerapan yang lebih tinggi lagi yaitu kerap raja.
2. Kerap Raja (kerapan besar)
Perlombaan yang sering juga disebut kerap negara ini umumnya diadakan di ibukota kabupaten pada hari Minggu. Panjang lintasan balapnya sekitar 120 meter dan pesertanya adalah para juara kerap keni.
3. Kerap Onjangan (kerapan undangan)
Kerap onjangan adalah pacuan khusus yang para pesertanya adalah undangan dari suatu kabupaten yang menyelenggarakannya. Kerapan ini biasanya diadakan untuk memperingati hari-hari besar tertentu.
4. Kerap Karesidenen (kerapan tingkat keresidenan)
Kerapan ini adalah kerapan besar yang diikuti oleh juara-juara kerap dari empat kabupaten di Madura. Kerap karesidenan diadakan di Kota Pamekasan pada hari Minggu, yang merupakan acara puncak untuk mengakhiri musim kerapan.
5. Kerap jar-jaran (kerapan latihan)
Kerapan jar-jaran adalah kerapan yang dilakukan hanya untuk melatih sapi-sapi pacuan sebelum diturunkan pada perlombaan yang sebenarnya.
.
Sapi yang terpilih dalam Karapan Sapi
Sapi yang digunakan dalam Karapan Sapi adalah Sapi Pejantan yang biasa disebut Sapi Karapan. Tidak semua Sapi Jantan terpilih menjadi Sapi Karapan, karena hanya sapi jantan terbaiklah yang dapat dijadikan Sapi Karapan.
.
Menurut para ahli Sapi Karapan, Sapi Karapan yang baik memiliki kriteria sebagai berikut:
• Sapi Karapan harus berwatak keras, hal ini dapat dilihat pada bagian Sopet (Bagian antara mulut dan hidung) yang harus berbentuk huruf “V”.
• Memiliki dada yang lebar, tegap dan sedikit miring.
• Memiliki Punuk yang tinggi, hal ini nantinya untuk memudahkan dalam pemasangan pengonong, yaitu alat untuk menggandengsapi kanan dan sapi kiri yang terbuat dari kayu atau tonga’ (Tonggak Bambu).
• Memiliki Kaki dengan lekukan yang lurus tapi sedikit miring, hal ini nantinya sangat menentukan cepat tidaknya sapi tersebut.
• Memiliki Kokot kaki dengan belahan yang rapat, karena bila agak renggang, kaki sapi tersebut dianggap lemah.
• Memiliki leher yang sedikit panjang, hal ini berguna agar setelah diberi pangonong tetap leluasa dalam bergerak sehingga tidak mengganggu gerakan lari sapi.
• Memiliki hidung yang agak halus tidak terlihat kasar.
• Memiliki ekor yang terjurai menutup anus.
• Memiliki lidah yang tidak berbelang putih, karena jika sapi memiliki lidah berbelang putih sapi tersebut dianggap memiliki isyarat buruk.
.
Perawatan sapi yang terpilih dalam Karapan Sapi
Sapi yang akan diikutkan dalam Karapan Sapi memiliki perawatan khusus dan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan hanya untuk merawat Sapi yang diikutkan dalam Karapan Sapi. Seorang pemilik sapi karapan sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan sapinya. Mereka selalu memberikan sapi mereka jamu yang diracik secara tradisional yang biasa diracik dengan bahan-bahan seperti akar sere (sirih), campuran gula aren, telur dan kelapa dengan perbandingan untuk sebutir kelapa dicampur dengan sepuluh butir telur. Perawat lebih ditinggaktkan ketika menjelang Karapan Sapi, jamu yang diberikan menjadi berlipat-lipat dengan Air Soda, spiritus, paran dan bahan lainnya menjadi campuran utama, yang tadinya hanya sepuluh butir telur bisa menjadi seratus butir telur. Hal ini ditujukan agar sapi yang terpilih memiliki stamina yang cukup sehingga dapat berlari dengan cepat.
.
Dalam rangka apa perlombaan Karapan Sapi diadakan?
Kebanyakan dari sahabat mungkin sudah banyak yang tahu, bahwasanya perlombaan Karapan Sapi ini selalu diadakan di setiap tahun. Pernyataan ini memang benar adanya, perlombaan Karapan Sapi di setiap tahunnya memang menjadi fokus utama pemerintahan di Madura, namun bukan berarti kita sebagai rakyat tidak dapat mengadakan perlombaan yang serupa, kita sebagai rakyat juga bisa membuat suatu perlombaan Karapan Sapi hanya saja hal seperti ini jarang terjadi. Karapan Sapi juga bisa diadakan hanya karena hal tertentu, seperti misalnya karena Hajatan seseorang atau karena untuk menyambut para turis yang datang ke Madura.
Beberapa kota di Madura menyelenggarakan Karapan Sapi pada bulan Agustus dan September setiap tahun, dengan pertandingan final pada akhir September atau Oktober di kota Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden.
.
Siapa-siapa yang terlibat dalam Permainan kerapan Sapi ?
Pihak-pihak yang Terlibat dalam Permainan Kerapan Sapi adalah salah satu jenis permainan rakyat yang banyak melibatkan berbagai pihak, yang diantaranya adalah: (1) pemilik sapi pacuan; (2) tukang tongko (orang yang bertugas mengendalikan sapi pacuan di atas kaleles); (3) tukang tambeng (orang yang menahan tali kekang sapi sebelum dilepas); (4) tukang gettak (orang yang menggertak sapi agar pada saat diberi aba-aba dapat melesat dengan cepat); (5) tukang tonja (orang yang bertugas menarik dan menuntun sapi); dan (6) tukang gubra (anggora rombongan yang bertugas bersorak-sorak untuk memberi semangat pada sapi pacuan).
.
Jalannya Permainan

Sebelum kerapan dimulai semua sapi-kerap diarak memasuki lapangan. Kesempatan ini selain digunakan untuk melemaskan otot-otot sapi, juga merupakan arena pamer keindahan pakaian dan hiasan dari sapi-sapi yang akan dilombakan. Setelah parade selesai, pakaian dan seluruh hiasan itu mulai dibuka. Hanya pakaian yang tidak mengganggu gerak tubuh sapi saja yang masih dibiarkan melekat.

Setelah itu, dimulailah lomba pertama untuk menentukan klasemen peserta. Seperti dalam permainan sepak bola, dalam babak ini para peserta akan mengatur strategi untuk dapat memasukkan sapi-sapi pacuannya ke dalam kelompok “papan atas” agar pada babak selanjutnya (penyisihan), dapat berlomba dengan sapi pacuan dari kelompok “papan bawah”.
Selanjutnya adalah babak penyisihan pertama, kedua, ketiga dan keempat atau babak final. Dalam babak penyisihan ini, permainan memakai sistem gugur. Dengan perkataan lain, sapi-sapi pacuan yang sudah dinyatakan kalah, tidak berhak lagi ikut dalam pertandingan babak selanjutnya. Sedangkan, bagi sapi pacuan yang dinyatakan sebagai pemenang, nantinya akan berhadapan lagi dengan pemenang dari pertandingan lainnya. Begitu seterusnya hingga tinggal satu pemain terakhir yang selalu menang dan menjadi juaranya.
.

Nilai Budaya yang terkandung dalam Perlombaan Kerapan Sapi

Nilai budaya Permainan kerapan sapi jika dicermati secara mendalam mengandung nilai-nilai yang pada gilirannya dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai itu adalah: kerja keras, kerja sama, persaingan, ketertiban dan sportivitas.

  • Nilai kerja keras tercermin dalam proses pelatihan sapi, sehingga menjadi seekor sapi pacuan yang mengagumkan (kuat dan tangkas). Untuk menjadikan seekor sapi seperti itu tentunya diperlukan kesabaran, ketekunan dan kerja keras. Tanpa itu mustahil seekor sapi aduan dapat menunjukkan kehebatannya di arena kerapan sapi.
  • Nilai kerja sama tercermin dalam proses permainan itu sendiri. Permainan kerapan sapi, sebagaimana telah disinggung pada bagian atas, adalah suatu kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Pihak-pihak itu satu dengan lainnya saling membutuhkan. Untuk itu, diperlukan kerja sama sesuai dengan kedudukan dan peranan masing-masing. Tanpa itu mustahil permainan kerapan sapi dapat terselenggara dengan baik.
  • Nilai persaingan tercermin dalam arena kerapan sapi. Persaingan menurut Koentjaraningrat (2003: 187) adalah usaha-usaha yang bertujuan untuk melebihi usaha orang lain dalam masyarakat. Dalam konteks ini para peserta permainan kerapan sapi berusaha sedemikian rupa agar sapi aduannya dapat berlari cepat dan mengalahkan sapi pacuan lawan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, masing-masing berusaha agar sapinya dapat melakukan hal itu sebaik-baiknya. Jadi, antarpeserta bersaing dalam hal ini.
  • Nilai ketertiban tercermin dalam proses permainan kerapan sapi itu sendiri. Permainan apa saja, termasuk kerapan sapi, ketertiban selalu diperlukan. Ketertiban ini tidak hanya ditunjukkan oleh para peserta, tetapi juga penonton yang mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat. Dengan sabar para peserta menunggu giliran sapi-sapi pacuannya untuk diperlagakan. Sementara, penonton juga mematuhi aturan-aturan yang berlaku. Mereka tidak membuat keonaran atau perbuatan-perbuatan yang pada gilirannya dapat mengganggu atau menggagalkan jalannya permainan.
  • Dan, nilai sportivitas tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada.

Demikian ulasan saya mengenai Kerapan Sapi di Daerah Madura, semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi Pembaca KCK.

= Ryana=

KISAH NABI SAM’UN GOZI AS (SAMSON)

Ternyata Samson adalah Seorang Nabi / Kisah Nabi Sam’un Ghozi AS (Samson)

Siapa yang tidak kenal Samson? Pria perkasa yang mempunyai kekuatan luar biasa.
Tapi siapa sangka kalo ternyata Samson adalah seorang muslim. Bahkan dia adalah salah seorang Nabi

Cerita ini saya dapatkan pada sebuah kajian rutin Shirah Nabawiyah di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta.
Menurut Ustadz yang menceritakan, kisah ini ada pada kitab Qishashul Anbiyaa.

Pernah Rasulullah SAW tesenyum sendiri, lalu ditanya oleh sahabat beliau:
“apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”
Rasul SAW menjawab: “diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika seluruh manusia dikumpulkan di padang mahsyar, ada seorang Nabi dengan membawa pedang yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam syurga. dialah Sam’un”.

Seperti yang diketahui di dalam ajaran Islam, bahwa jumlah nabi menurut hadits yaitu 124 ribu orang, dan rasul berjumlah 312 orang, sesuai rukun iman ke-4 di dalam rukun iman diwajibkan untuk mengetahui 25 orang nabi dan rasul.

Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, “Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi.” “Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?” Beliau menjawab, “Tiga ratus dua belas (312).” (Hadits riwayat At-Turmuzy)

Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam’un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.

Nabi Sam’un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.

Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Dikisahkan Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.

Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.

Singkat cerita Nabi Sam’un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada isterinya, nabi Sam’un berkata kepada isterinya, “Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku.”

Akhirnya Nabi Sam’um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.

Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam’un Ghozi AS berdoa kepada Allah SWT. Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah.

Do’a Nabi Sam’un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian nabi bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti. Semua itu atas Hidayah dari Allah SWT.

Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam’un Ghozi AS yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata : “Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam’un Ghozi AS. Kemudian Rasulullah SAW, diam sejenak.

Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.

Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad SAW tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”

Rasullah menjawab, “Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un.”

Demikian kisah Nabi Sam’un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan Samson atau Simson. Semoga dari kisah ini, dapat kita petik sebuah pelajaran di dalamnya.

Wassalam.

sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Simson
http://kissanak.wordpress.com/2011/05/12/kisah-nabi-samun-ghozi-as-samson/http://bumi-tuntungan.blogspot.com/2011/04/kisah-nabi-samun-ghozi-as-samson.html
http://adeetea.multiply.com/journal/item/22

PENGUCAPAN/PENULISAN KATA “AMIN” YANG BENAR

amin

Perbedaan Kata Amin Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

  1. “AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
  2. “AAMIN” (alif panjang dan mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN

  3. “AMIIN” (alif pendek dan mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA

  4. “Aamiin” (alif dan mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI

5.  Bagaimana dengan pengucapan/ penulisan “Amien” ??? STOP!!! Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

 

PAYUNG RASUL

PAYUNG RASUL
Setiap amalan zikir,doa,olah nafas yang khusus & keyakinan akan membentuk medan energi ghaib pada diri sang pengamal yang ketebalannya mulai dari beberapa inci sampai tidak terbatas. Semakin tinggi amalan seseorang, maka medan energi ghaibnya akan terbentuk juga akan semakin besar,demikian sebaliknya. Medan energi inilah yang disebut Payung Rasul atau Aura yang boleh dilihat dengan menggunakan mata batin. Semakin besar Aura seseorang maka semakin besar pengaruh,kepekaan & tenaga perlindungannya. Antara amalan hikmah peringkat tinggi yang memberi kesan yang optima dalam mengembangkan Payung Rasul seseorang adalah Ayatul Husni :

لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم. فان تولوا فقل حسبي الله لا اله الا هو. عليه توكلت وهو رب العرش العظيم

Amalkan 7x pagi dan 7x petang dalam tempoh 41 hari berturut-turut sebagai asas pengamalan.

DOA KUNCI KEBAHAGIAAN

Segala alam semesta, kita yakin Allah yang mengaturNya, tetapi kenapa kita sudah terlalu sombong untuk tidak mau menengadahkan kedua tangan kita. Kenapa kita terlalu congkak dengan kehidupan mewah saya, kenapa kita terlalu angkuh dengan kelebihan kita, kenapa kita terlalu memandang remeh dengan sesama muslim, yang sesungguhnya dia adalah saudara kita.

Coba perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Mukmin / Surat Ghafir, ayat ke-60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (غافر: ٦٠)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”” (QS Al-Mukmin [40]: 60)

Coba perhatikan perkataan Imam Asy-Syaukani rahimahullahu Ta’ala, ulama abad ke-13 H, di dalam kitab beliau, Tuhfatudz Dzakirin (تحفة الذاكرين). Beliau mengatakan:

والآية الكريمة قد دلت على أن الدعاء من العبادة،

“Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwasanya doa adalah termasuk ibadah.”

Doa adalah inti ibadah. Doa inti penghambaan diri kepada Allah. Doa adalah sesuatu yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits riwayat Tirmidzi:

الدعاء هو العبادة

Doa adalah ibadah.”

Kemudian beliau mengatakan:

فإنه سبحانه وتعالى أمر عباده أن يدعوه

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-hambaNya untuk berdoa kepadanya.”

Kemudian Allah berfirman:

… إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي … (غافر: ٦٠)

“… Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu (berdoa kepadaKu) …” (QS Al-Mukmin [40]: 60)

Kata Imam Asy-Syaukani rahimahullahu Ta’ala:

فأفاد ذلك أن الدعاء عبادة, وأن ترك دعاء الرب سبحانه استكبار, ولا أقبح من هذا الاستكبار

“Ayat tersebut memberikan faedah bahwasanya doa adalah ibadah. Dan bahwasanya meninggalkan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebuah kesombongan. Tidak ada kesombongan yang paling buruk dibandingkan orang-orang yang tidak berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

SHOLAWAT UNTUK MELANGGENGKAN KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT

Cara mengamalkan: dibaca 3 kali pada saat pagi dan sore

Diriwayatkan dari berbagai kitab yang masyhur:

“Barang siapa membaca Sholawat di bawah ini 3 kali di waktu pagi dan 3 kali di waktu sore maka Allah SWT akan:

  • Meleburkan dosanya
  • Mengampuni kesalahannya
  • Mengabulkan do’anya
  • Menunaikan cita-citanya
  • Meluaskan rizkinya
  • Menolongnya dari musuh
  • Mempersiapkan untuknya semua jenis kebaikan
  • Dan dia termasuk teman-teman Nabi nanti di surga

(Al Baqiyatussholihaat, hal. 47)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ فِى ٱلْأَوَّلِيْنَ، وصَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ فِى ٱلْأَخِرِيْنَ، وَصَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ فِى ٱلْمَلَإِ ٱلْلأَ عْلَىٰ ، وَصَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ فِى ٱلْمُرْسَلِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُحَمَّدًا اَلْوَسِيْلَةَ وَٱلشَّرَفَ وَٱلْفَضِيْلَةَ وَٱلدَّرَجَةَ ٱلْكَبِيْرَةَ، اَللَّهُمَّ إِنِّى آمَنْتُ بِمُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَلَمْ أَرَهُ ، فَلاَ تَحْرِمْنِى يَوْمَ ٱلْقِيَامَةِ رُؤْيَتَهُ، وَارْزُقْنِى صُحْبَتَهُ، وَتَوَفَّنِى عَلَى مِلَّتِهِ، وَاسْقِنِى مِنْ حَوْضِهِ مَشْرَبًا رَوِيًّا سَائِغًا هَنِيْئًا لاَأَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدً ا ، إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ كَمَا آمَنْتُ بِمُحَمَّدٍ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَلَمْ أَرَهُ، فَأَرِنِى فِى ٱلْجِنَانِ وَجْهَهُ، اَللَّهُمَّ بَلِّغْ رُوْحَ مُحَمَّدٍ عَنِّى تَحِيَّةً كَثِيْرَةً وَسَلاَمًا.

“Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad (sebagai makhluk/cahaya) yang pertama (Kau ciptakan), Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad (sebagai Rasul) yang terakhir, Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad (sebagaimana Kau tempatkan) ketempat yang paling mulia, Ya Allah curahkanlah rahmat-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagai utusan. Ya Allah anugerahkanlah untuk (nabi) Muhammad Al-Wasiila (surga yang paling mulia), kemuliaan, keutamaan, dan tingkat yang agung, Ya Allah sesungguhnya daku beriman kepada Muhammad dan keluarga Muhammad waaupun belum melihatnya, maka janganlah Kau haramkan daku pada hari kiamat untuk melihatnya, karuniakanlah daku agar menjadi sahabatnya dan mati dalam mengikuti ajarannya, berilah daku minuman dari telaganya yang karenanya daku tidak akan haus selamanya, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah sebagimana daku beriman kepada (nabi) Muhammad SAW.walau daku belum melihatnya, maka tampakkanlah wajahnya di surga nanti, Ya Allah sampaikanlah salam penghormatan yang banyak kepada ruh (nabi) Muhammad SAW.”

=SRIKANDI SEDJATI=